← Beranda

Komunitas Galz Bike, dari Arisan Sekarang Sepedaan

Dhimas GinanjarMinggu, 4 Oktober 2020 | 22.15 WIB
FUN BIKE: Empat anggota Galz Bike, (dari kiri) Dini Hariani, Caroline Haryono, Gita Orlin, dan Chandra Dwina Taurisia, dijumpai setelah bersepeda. (Alfian Rizal/Jawa Pos)
Lebih dari tujuh bulan di rumah saja membuat geng Gita Orlin punya kegiatan baru. Biasanya arisan. Kini sepedaan.

---

Sepeda lipat (seli) menjadi sepeda pilihan Galz Bike. Setiap weekend, geng sepedaan yang terdiri atas 10 orang itu kini rutin gowes di perumahan sekitar rumah mereka. Misalnya, yang terlihat di kawasan rumah Gita Orlin di Citra Garden, Sidoarjo. Bersama Chandra Dwina Taurisia, Caroline Haryono, dan Dini Hariani, Gita mengajak Galz Bike yang bisa berkumpul saat itu untuk keliling kompleks perumahannya.

Seperti namanya, geng sepedaan itu hanya berisi cewek-cewek. Bersepeda menjadi salah satu cara mereka untuk mengisi waktu luang dan mengusir kejenuhan akibat pandemi. ”Rute kami emang bukan yang jauh-jauh seperti pro. Kami selama ini cuma keliling Sidoarjo. Kadang, kalau di Surabaya, di sekitar Taman Apsari. Itu pun selinya kami masukin mobil, baru gowes di sana,” cerita Gita.

Mereka biasa gowes hingga 15–20 kilometer. Bagi mereka yang memang masih baru di dunia tersebut, yang penting adalah menggerakkan tubuh dulu. ”Tapi, kami memang gowes minimal 15 kilometer. Kalau nggak segitu, nggak akan ada efek ke tubuh,” katanya.

Fashion designer itu bercerita, awalnya mereka tidak berniat membentuk geng sepedaan. Namun, saat seli booming lagi, teman yang memang biasa ngumpul bareng untuk arisan itu ternyata juga mengikuti tren beli sepeda.

Karena baru belajar untuk mengenal sepedaan lagi, mereka akhirnya memutuskan membentuk geng sendiri. Mereka berempat saat ditemui Jumat (2/10) kompak menyatakan bahwa belum ada niatan untuk masuk ke komunitas sepeda yang sudah lebih lama terjun di dunia tersebut. ”Takut nanti obrolan kami nggak sefrekuensi. Jadi, kami coba dulu sama temen-temen lama yang memang sudah nyambung,” ujarnya.

Namun, setelah sedikit demi sedikit rutin bersepeda pada akhir pekan, mereka pun mulai merasakan hal berbeda. Mulai merasa kurusan, tidur lebih pulas, imunitas lebih meningkat, sampai badan terasa lebih fit. ”Kalau nggak sempet ngeluarin sepeda, biasanya saya bakal main sepeda statis di dalem rumah dan masih pakai daster. Kayak ada yang kurang kalau belum sepedaan,” ucap Dini.

Ria –sapaan akrab Chandra Dwina Taurisia– menyatakan, konsep mereka adalah tidak mengejar kilometer. ”Tapi, lebih pengin fun sama temen dan masih tetap aman. Dari fun menjadi bahagia. Diharapkan, imunitas bisa tetap bagus,” terangnya.

Caroline pun sepakat. Dia menjelaskan bahwa tujuan Galz Bike bersepeda adalah meningkatkan sistem imun agar tetap bisa kreatif menghadapi masa pandemi yang tidak mudah ini. ”Kayak kata pepatah men sana in corpore sano. Pikiran yang sehat ada dalam tubuh yang sehat,” tuturnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=2S7D2DX70RA&ab_channel=jawapostvofficial
EDITOR: Dhimas Ginanjar