JawaPos.com - Puasa di bulan Ramadhan adalah ibadah yang sangat manfaat dan penuh berkah. Namun, perubahan pola makan dan minum dari subuh hingga maghrib membuat tubuh lebih rentan mengalami dehidrasi.
Kekurangan cairan saat puasa bisa berdampak pada konsentrasi, stamina, hingga kesehatan fisik.Maka dari itu, penting mengenali tanda tubuh kekurangan cairan saat puasa.
Dengan mengenali tanda tubuh kekurangan cairan saat puasa, Anda bisa segera mengambil langkah pencegahan dan penanganan yang tepat.
Berikut 6 tanda tubuh kekurangan cairan saat berpuasa yang perlu diwaspadai.
1. Mulut dan Bibir Kering
Salah satu tanda paling umum adalah mulut terasa kering dan bibir pecah-pecah. Kondisi ini terjadi karena produksi air liur berkurang akibat asupan cairan yang terbatas. Jika dibiarkan, mulut kering juga bisa memicu bau napas tak sedap.
Cara mengatasinya adalah memastikan kebutuhan cairan saat sahur dan berbuka tercukupi dengan menerapkan pola 2-4-2 (2 gelas saat berbuka, 4 gelas di malam hari, dan 2 gelas saat sahur). Hindari minuman berkafein berlebihan karena dapat meningkatkan pengeluaran cairan.
2. Urine Berwarna Kuning Pekat
Warna urine dapat menjadi indikator sederhana kondisi hidrasi tubuh. Jika urine berwarna kuning gelap atau pekat, itu menandakan tubuh sedang kekurangan cairan.
Cara mengatasinya, memperbanyak minum air putih setelah berbuka dan konsumsi buah yang memiliki kandungan air tinggi seperti semangka, melon, dan jeruk. Pastikan tidak menunda minum hingga mendekati waktu tidur saja.
3. Tubuh Lemas dan Mudah Lelah
Kekurangan cairan dapat menyebabkan volume darah menurun sehingga distribusi oksigen ke seluruh tubuh jadi tidak optimal. Akibatnya, tubuh bakal terasa lemas, pusing, dan sulit berkonsentrasi.
Cara mengatasinya, selain minum cukup air setelah berbuka puasa, sebaiknya juga konsumsi makanan bergizi seimbang, terutama yang mengandung karbohidrat kompleks dan protein agar energi bertahan lebih lama.
4. Sakit Kepala dan Pusing
Dehidrasi ringan hingga sedang sering ditandai dengan sakit kepala. Kondisi ini terjadi karena penyusutan cairan dalam tubuh memengaruhi fungsi otak dan aliran darah.
Cara mengatasinya, istirahat sejenak di tempat yang sejuk, kurangi aktivitas berat di siang hari, dan segera cukupi kebutuhan cairan ketika waktu berbuka tiba.
5. Kulit Terasa Kering
Kulit juga bisa menjadi indikator kekurangan cairan. Jika kulit terasa lebih kering dan kurang elastis dari biasanya, kemungkinan tubuh sedang mengalami dehidrasi.
Cara mengatasinya, selain minum cukup air, sebaiknya gunakan pelembap untuk menjaga kelembapan kulit dari luar. Konsumsi sayur dan buah segar juga membantu menjaga hidrasi alami tubuh.
6. Jantung Berdebar Lebih Cepat
Dalam kondisi dehidrasi, tubuh harus bekerja lebih keras untuk memompa darah, sehingga detak jantung bisa meningkat. Jika disertai pusing berat atau hampir pingsan, sebaiknya segera berbuka demi menjaga kesehatan.
Cara mengatasinya, sebaiknya hindari aktivitas fisik berat di bawah terik matahari. Atur jadwal olahraga ringan setelah berbuka agar tubuh tetap bugar tanpa risiko kekurangan cairan.
Agar tetap sehat dan tubuh terhidrasi dengan baik selama menjalani ibadah puasa, sebaiknya terapkan beberapa langkah pencegahan berikut:
1. Minum minimal 8 gelas air per hari secara teratur.
2. Hindari makanan terlalu asin dan pedas saat sahur karena memicu rasa haus.
3. Batasi konsumsi kopi, teh, dan minuman bersoda.
4. Perbanyak konsumsi buah dan sayur kaya air.
5. Istirahat cukup agar tubuh tidak cepat lelah.