JawaPos.com - Hari kedelapan Ramadhan 1447 Hijriah menjadi momentum penting bagi umat Islam di Kota Palu untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan ketakwaan.
Suasana Ramadhan yang penuh keberkahan terasa dalam berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari persiapan sahur di dini hari hingga kebersamaan saat berbuka puasa.
Bulan suci ini bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana penyucian jiwa serta penguatan hubungan dengan Allah SWT.
Agar ibadah puasa dan sholat lima waktu dapat dijalankan tepat waktu, umat Muslim dapat merujuk pada jadwal resmi yang dilansir melalui laman Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.
Jadwal ini menjadi pedoman akurat bagi masyarakat dalam menunaikan kewajiban harian selama Ramadhan.
Imsak: 04.44 WITA
Subuh: 04.54 WITA
Terbit: 06.06 WITA
Dhuha: 06.34 WITA
Zuhur: 12.17 WITA
Asar: 15.29 WITA
Maghrib (Buka Puasa): 18.21 WITA
Isya: 19.29 WITA
Landasan Kewajiban Puasa dalam Al-Qur’an
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa. Takwa bukan hanya tentang ritual, tetapi juga tercermin dalam perilaku sehari-hari—jujur, sabar, dan menjauhi larangan Allah SWT.
Selain itu, dalam Surah Al-Baqarah ayat 186 Allah SWT berfirman:
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku.”
Ayat ini memberikan ketenangan batin bahwa Ramadhan adalah waktu terbaik untuk memperbanyak doa. Di bulan ini, pintu rahmat dan ampunan terbuka lebar bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh mendekatkan diri kepada-Nya.
Hadis tentang Pahala Puasa
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa puasa yang dilandasi keimanan dan keikhlasan akan membawa pengampunan dosa. Oleh sebab itu, menjaga niat dan memperbaiki kualitas ibadah menjadi hal yang sangat penting.
Puasa juga melatih kesabaran. Ketika menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, seorang Muslim belajar mengendalikan hawa nafsu dan emosi. Inilah nilai pendidikan spiritual yang menjadikan Ramadhan sebagai madrasah kehidupan.