← Beranda

Jadwal Imsakiyah 8 Ramadhan 1447 H Kota Semarang, Kamis 26 Februari 2026

Lania MonicaKamis, 26 Februari 2026 | 05.22 WIB
Ilustrasi Jadwal Imsakiyah. (Freepik)

JawaPos.com - Memasuki hari kedelapan Ramadhan 1447 Hijriah, umat Muslim di Kota Semarang semakin mendalami makna ibadah puasa.

Setelah melewati satu pekan Ramadhan, tantangan terbesar bukan lagi sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan menjaga semangat agar tetap stabil hingga akhir bulan suci.

Konsistensi dalam beribadah menjadi kunci agar Ramadhan benar-benar menghadirkan perubahan dalam diri.

Untuk membantu pelaksanaan ibadah berjalan tertib dan tepat waktu, umat Islam perlu berpedoman pada jadwal imsakiyah resmi.

Berikut jadwal untuk Kota Semarang yang dilansir dari laman Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai acuan waktu sholat di Indonesia.

Imsak: 04.17 WIB

Subuh: 04.27 WIB

Terbit: 05.40 WIB

Dhuha: 06.08 WIB

Zuhur: 11.55 WIB

Asar: 14.59 WIB

Maghrib (Buka Puasa): 18.02 WIB

Isya: 19.11 WIB

Keutamaan Puasa dalam Al-Qur’an dan Hadis

1. Puasa sebagai Ibadah yang Penuh Hikmah

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk ketakwaan. Ketakwaan lahir dari proses pengendalian diri yang terus-menerus, mulai dari menahan hawa nafsu hingga menjaga perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

2. Ramadhan sebagai Bulan Penuh Keberkahan

Rasulullah SAW bersabda:

“Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa di dalamnya.” (HR. Ahmad)

Hadis ini menggambarkan bahwa Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan. Setiap amal kebaikan yang dilakukan akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Karena itu, memperbanyak sedekah, membaca Al-Qur’an, dan menjaga sholat tepat waktu menjadi amalan yang sangat dianjurkan.

3. Puasa Menghapus Dosa

Rasulullah SAW juga bersabda:

“Sholat lima waktu, dari Jumat ke Jumat berikutnya, dan dari Ramadhan ke Ramadhan berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya selama tidak melakukan dosa besar.” (HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa Ramadhan menjadi momentum penyucian diri. Dengan menjalankan puasa secara sungguh-sungguh dan disertai amal saleh lainnya, seorang Muslim dapat meraih ampunan Allah SWT.

EDITOR: Hanny Suwindari