← Beranda

Jadwal Imsakiyah 8 Ramadhan 1447 H Kota Pekalongan, Kamis 26 Februari 2026

Lania MonicaKamis, 26 Februari 2026 | 04.56 WIB
Ilustrasi Jadwal Imsakiyah 8 Ramadhan 1447 H Kota Pekalongan (freepik)

JawaPos.com - Memasuki hari kedelapan Ramadhan 1447 Hijriah, umat Muslim di Kota Pekalongan terus menjalani ibadah puasa dengan semangat yang semakin matang.

Setelah sepekan lebih berlatih menahan diri, Ramadhan kini terasa sebagai proses pembentukan karakter—mendidik hati agar lebih sabar, pikiran lebih jernih, dan tindakan lebih terarah pada kebaikan.

Agar pelaksanaan ibadah berjalan tertib dan sesuai waktu yang ditetapkan, umat Islam perlu mengacu pada jadwal imsakiyah resmi.

Berikut jadwal imsakiyah Kota Pekalongan yang dilansir dari laman Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai pedoman waktu sholat dan puasa.

Imsak: 04.21 WIB

Subuh: 04.31 WIB

Terbit: 05.43 WIB

Dhuha: 06.11 WIB

Zuhur: 11.58 WIB

Baca Juga: Jadwal Imsakiyah 8 Ramadhan 1447 H Kota Yogyakarta, Kamis 26 Februari 2026

Asar: 15.02 WIB

Maghrib (Buka Puasa): 18.05 WIB

Isya: 19.14 WIB

Puasa sebagai Jalan Menuju Ketakwaan

Ramadhan bukan hanya kewajiban tahunan, tetapi juga sarana penyucian diri. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Makna takwa dalam ayat ini mencakup kesadaran penuh bahwa setiap perbuatan diawasi oleh Allah SWT. Puasa melatih kejujuran, sebab meskipun tidak ada manusia yang melihat, seorang Muslim tetap menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan puasa.

Keistimewaan Pahala Puasa

Rasulullah SAW bersabda:

“Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Tuhannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kebahagiaan pertama dirasakan saat Maghrib tiba, ketika rasa lapar dan dahaga terbayar dengan nikmat berbuka. Kebahagiaan kedua adalah balasan abadi di akhirat, sebagai ganjaran atas kesabaran dan keikhlasan dalam menjalankan ibadah.

Dalam hadis lain disebutkan:

“Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menekankan pentingnya niat yang tulus. Puasa yang dilakukan dengan penuh keimanan dan harapan akan ridha Allah SWT menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa masa lalu, selama tidak berkaitan dengan dosa besar yang belum ditaubati.

EDITOR: Hanny Suwindari