JawaPos.com - Hari kedelapan Ramadhan 1447 Hijriah menjadi momen penting bagi umat Muslim di Kota Mojokerto untuk terus menjaga semangat ibadah.
Setelah melewati fase awal Ramadhan, kini saatnya memperkuat kualitas puasa dengan memperhatikan bukan hanya aspek lahiriah, tetapi juga kebersihan hati dan ketulusan niat.
Ramadhan adalah bulan pendidikan ruhani yang melatih kesabaran, kedisiplinan, serta kepedulian sosial.
Untuk memastikan ibadah puasa dan sholat lima waktu berjalan sesuai ketentuan, umat Islam perlu merujuk pada jadwal imsakiyah resmi.
Berikut jadwal imsakiyah Kota Mojokerto yang dilansir dari laman Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai pedoman waktu sholat selama Ramadhan.
Imsak: 04.09 WIB
Subuh: 04.19 WIB
Terbit: 05.32 WIB
Dhuha: 05.59 WIB
Zuhur: 11.47 WIB
Asar: 14.50 WIB
Maghrib (Buka Puasa): 17.54 WIB
Isya: 19.04 WIB
Hikmah Puasa dalam Al-Qur’an dan Hadis
1. Ramadhan sebagai Waktu yang Ditentukan
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah 8 Ramadhan 1447 H Kota Surabaya, Kamis 26 Februari 2026
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 184:
“(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajib mengganti) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain.”
Ayat ini menegaskan bahwa puasa Ramadhan adalah ibadah yang telah ditentukan waktunya dengan penuh hikmah. Islam juga memberikan kemudahan bagi mereka yang memiliki uzur syar’i, menunjukkan bahwa syariat selalu mempertimbangkan kondisi umatnya.
2. Puasa Melatih Keikhlasan
Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa itu perisai. Jika salah seorang di antara kalian sedang berpuasa, maka janganlah berkata kotor dan jangan bertengkar.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Puasa menjadi benteng yang melindungi seseorang dari perbuatan sia-sia. Menahan amarah, menjaga ucapan, dan menghindari konflik adalah bagian dari latihan spiritual yang membentuk akhlak mulia.
3. Pahala yang Tak Terbatas
Dalam hadis qudsi disebutkan:
“Setiap amal anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” (HR. Muslim)
Hadis ini menunjukkan betapa istimewanya ibadah puasa. Balasan yang Allah janjikan tidak dibatasi hitungan tertentu, melainkan sesuai dengan keikhlasan dan kesungguhan hamba-Nya.