JawaPos.com - Hari kedelapan Ramadhan 1447 Hijriah menjadi fase penting bagi umat Muslim di Kota Surabaya untuk menjaga ritme ibadah tetap stabil.
Setelah melewati hari-hari awal yang penuh adaptasi, kini saatnya memperdalam kualitas puasa, bukan hanya dari sisi fisik, tetapi juga spiritual.
Ramadhan adalah bulan pembinaan diri—bulan di mana setiap Muslim diajak meningkatkan kesabaran, memperbanyak amal, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Agar pelaksanaan ibadah puasa dan sholat lima waktu berjalan sesuai ketentuan, umat Islam perlu merujuk pada jadwal imsakiyah resmi.
Berikut jadwal imsakiyah Kota Surabaya yang dilansir dari laman Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai pedoman waktu sholat selama Ramadhan.
Imsak: 04.08 WIB
Subuh: 04.18 WIB
Terbit: 05.31 WIB
Dhuha: 05.58 WIB
Zuhur: 11.46 WIB
Asar: 14.49 WIB
Maghrib (Buka Puasa): 17.53 WIB
Isya: 19.03 WIB
Landasan Al-Qur’an dan Hadis Tentang Puasa
1. Tujuan Agung Puasa
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Ayat ini menegaskan bahwa puasa bukan sekadar kewajiban ritual, tetapi sarana membentuk ketakwaan.
Ketakwaan tercermin dalam kesadaran untuk selalu menaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, baik saat dilihat orang lain maupun tidak.
2. Keutamaan Bau Mulut Orang Berpuasa
Rasulullah SAW bersabda:
“Demi Zat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma kasturi.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa pengorbanan fisik selama puasa memiliki nilai tinggi di sisi Allah SWT.'
Bahkan hal yang secara manusiawi dianggap kurang menyenangkan justru bernilai mulia karena dilakukan dalam rangka ketaatan.
3. Ramadhan sebagai Momentum Pengampunan
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Barang siapa yang mendirikan (ibadah di malam) Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Selain puasa di siang hari, menghidupkan malam Ramadhan dengan sholat Tarawih, membaca Al-Qur’an, dan berdoa menjadi sebab turunnya ampunan Allah SWT.