JawaPos.com - Memasuki hari ketujuh bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, umat Muslim di Kota Surakarta semakin diingatkan untuk menjaga konsistensi ibadah.
Setelah melewati hampir sepekan puasa, momentum ini menjadi waktu yang tepat untuk mengevaluasi diri—apakah ibadah sudah semakin baik, apakah sholat semakin tepat waktu, dan apakah hati semakin tenang dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Agar ibadah berjalan tertib dan sesuai tuntunan, umat Islam perlu berpedoman pada jadwal imsakiyah resmi.
Jadwal berikut dilansir dari laman Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia yang menjadi rujukan resmi waktu sholat di seluruh Indonesia.
Imsak: 04.15 WIB
Subuh: 04.25 WIB
Terbit: 05.38 WIB
Dhuha: 06.06 WIB
Zuhur: 11.53 WIB
Asar: 14.57 WIB
Maghrib (Buka Puasa): 18.01 WIB
Isya: 19.11 WIB
Makna Puasa dalam Al-Qur’an dan Hadis
1. Puasa sebagai Sarana Pembinaan Jiwa
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Ayat ini menjelaskan bahwa puasa bukan hanya ibadah fisik, tetapi juga proses pembinaan jiwa.
Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa melatih seseorang untuk lebih berhati-hati dalam bertindak dan berbicara.
Di tengah aktivitas masyarakat Surakarta yang dinamis, puasa menjadi pengingat untuk tetap menjaga kesabaran dan kejujuran.
2. Puasa sebagai Perisai
Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa adalah perisai. Maka apabila salah seorang di antara kalian berpuasa, janganlah ia berkata kotor dan jangan pula berbuat bodoh.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menegaskan bahwa puasa berfungsi sebagai pelindung dari perilaku negatif. Artinya, keberhasilan puasa tidak hanya diukur dari menahan lapar, tetapi juga dari kemampuan menjaga akhlak.
3. Keutamaan Besar bagi Orang yang Berpuasa
Dalam hadis lain disebutkan:
“Sesungguhnya di surga terdapat sebuah pintu yang disebut Ar-Rayyan. Orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu itu pada hari kiamat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Keutamaan ini menunjukkan betapa mulianya ibadah puasa di sisi Allah SWT. Pintu khusus bagi orang berpuasa menjadi simbol penghormatan atas kesabaran dan ketulusan mereka selama menjalankan Ramadhan.