JawaPos.com - Memasuki hari ketujuh Ramadhan 1447 Hijriah, umat Muslim di Kota Jakarta terus menjalani ibadah puasa dengan penuh kesungguhan.
Setiap hari di bulan suci merupakan kesempatan untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak doa, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
Agar ibadah berjalan tertib dan tepat waktu, umat Islam perlu berpedoman pada jadwal imsakiyah resmi.
Jadwal imsakiyah menjadi panduan penting dalam menentukan batas waktu sahur, pelaksanaan sholat lima waktu, hingga waktu berbuka puasa.
Informasi berikut dilansir dari laman Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia yang secara resmi menerbitkan jadwal sholat untuk berbagai daerah di Indonesia.
Imsak: 04.32 WIB
Subuh: 04.42 WIB
Terbit: 05.55 WIB
Dhuha: 06.23 WIB
Zuhur: 12.09 WIB
Asar: 15.15 WIB
Maghrib (Buka Puasa): 18.16 WIB
Isya: 19.26 WIB
Keutamaan Puasa Ramadhan Menurut Al-Qur’an dan Hadis
1. Puasa Mengajarkan Kesabaran dan Pengendalian Diri
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Puasa merupakan sarana pendidikan spiritual yang melatih kesabaran serta kemampuan mengendalikan hawa nafsu.
Dalam kehidupan kota besar seperti Jakarta yang penuh dinamika, puasa menjadi pengingat untuk tetap menjaga integritas, kejujuran, dan ketenangan hati.
2. Ramadhan sebagai Bulan Dilipatgandakannya Amal
Rasulullah SAW bersabda dalam hadis qudsi:
“Setiap amal anak Adam adalah untuknya, satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat. Allah berfirman: Kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa puasa memiliki kedudukan istimewa. Balasannya tidak terbatas dan sepenuhnya berada dalam ketetapan Allah SWT sesuai tingkat keikhlasan hamba-Nya.
3. Orang Berpuasa Memiliki Dua Kebahagiaan
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan: kebahagiaan saat berbuka dan kebahagiaan saat bertemu dengan Tuhannya.” (HR. Muslim)
Kebahagiaan saat berbuka menjadi simbol rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Sementara kebahagiaan saat bertemu Allah kelak adalah balasan atas kesabaran dan ketulusan selama menjalankan ibadah puasa.