← Beranda

Jadwal Imsakiyah 6 Ramadhan 1447 H Kota Madiun, Selasa 24 Februari 2026: Lengkap Dengan Waktu Buka Puasa dan Shalat

Lania MonicaSelasa, 24 Februari 2026 | 06.30 WIB
Ilustrasi Jadwal Imsakiyah 6 Ramadhan 1447 H Kota Madiun (Freepik)

JawaPos.com - Memasuki hari ke-6 bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, umat Muslim di Kota Madiun terus menjalankan ibadah puasa dengan penuh kekhusyukan.

Mengetahui jadwal imsakiyah menjadi panduan penting agar pelaksanaan sahur, berbuka puasa, serta sholat lima waktu dapat dilakukan tepat waktu sesuai tuntunan syariat Islam.

Jadwal ini menjadi acuan harian bagi masyarakat agar dapat mengatur aktivitas duniawi tanpa melupakan kewajiban ibadah.

Data waktu sholat berikut dilansir dari laman Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia yang secara resmi menerbitkan jadwal imsakiyah di berbagai wilayah Indonesia.

Imsak: 04.12 WIB

Subuh: 04.22 WIB

Terbit: 05.35 WIB

Dhuha: 06.03 WIB

Zuhur: 11.51 WIB

Asar: 14.55 WIB

Maghrib (Buka Puasa): 17.59 WIB

Isya: 19.09 WIB

Keutamaan Puasa Ramadhan yang Perlu Diketahui

1. Puasa sebagai Jalan Meraih Ketakwaan

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan membentuk pribadi yang bertakwa. Melalui puasa, seseorang belajar mengendalikan diri, menjaga lisan, serta memperbaiki perilaku sehari-hari.

2. Ramadhan Adalah Bulan Pengampunan Dosa

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa Ramadhan merupakan momentum terbaik untuk memperbanyak taubat dan amal saleh. Setiap ibadah yang dilakukan dengan penuh keikhlasan akan menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa.

3. Pahala Puasa Langsung Dibalas oleh Allah SWT

Dalam hadis qudsi, Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” (HR. Muslim)

Keistimewaan ini menjadikan puasa sebagai ibadah yang sangat mulia. Tidak ada manusia yang dapat menilai kualitas puasa seseorang, sehingga Allah SWT sendiri yang memberikan ganjarannya tanpa batas.

EDITOR: Hanny Suwindari