JawaPos.com - Memasuki hari keenam Ramadhan 1447 Hijriah, umat Muslim di Kota Semarang terus menjalankan ibadah puasa dengan penuh keistiqamahan.
Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi momen untuk memperkuat keimanan, memperbanyak amal ibadah, serta melatih kesabaran dan keikhlasan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Mengetahui jadwal imsakiyah menjadi pedoman penting agar pelaksanaan sahur, berbuka puasa, dan salat lima waktu dapat dilakukan tepat waktu.
Dengan mengikuti jadwal resmi, umat Islam dapat menjaga kedisiplinan ibadah sekaligus memaksimalkan keberkahan di setiap waktu Ramadhan.
Dilansir dari laman Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, berikut jadwal imsakiyah untuk wilayah Kota Semarang pada Selasa, 24 Februari 2026 bertepatan dengan 6 Ramadhan 1447 H.
Imsak: 04.17 WIB
Subuh: 04.27 WIB
Terbit: 05.40 WIB
Duha: 06.08 WIB
Zuhur: 11.55 WIB
Asar: 15.01 WIB
Magrib (Buka Puasa): 18.03 WIB
Isya’: 19.12 WIB
Waktu Magrib merupakan saat yang dinantikan sebagai tanda berbuka puasa. Rasulullah SAW menganjurkan untuk menyegerakan berbuka sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus ungkapan rasa syukur atas kekuatan menjalani puasa seharian.
Puasa sebagai Jalan Menuju Ketakwaan
Allah SWT mewajibkan puasa Ramadhan dengan tujuan yang sangat mulia, yaitu membentuk manusia yang bertakwa. Hal ini sebagaimana firman-Nya:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
Puasa menjadi sarana latihan spiritual untuk mengendalikan hawa nafsu, menjaga perilaku, serta meningkatkan kesadaran bahwa setiap perbuatan selalu berada dalam pengawasan Allah SWT.
Keutamaan Puasa dalam Hadis Rasulullah SAW
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa memiliki keutamaan yang sangat besar dibandingkan ibadah lainnya. Dalam hadis qudsi disebutkan:
“Setiap amal anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa pahala puasa diberikan langsung oleh Allah SWT tanpa batas, sebagai bentuk kemuliaan ibadah tersebut.
Dalam hadis lain Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Keutamaan ini menjadikan Ramadhan sebagai kesempatan besar untuk membersihkan diri dari dosa dan memperbaiki kualitas hidup.