← Beranda

Kurma Basah atau Kurma Kering : Mana yang Terbaik saat Sahur dan Berbuka Puasa Ramadhan?

Risma Aris MayaMinggu, 22 Februari 2026 | 12.46 WIB
Kurma basah dan kurma kering (freepik)

JawaPos.com – Kurma adalah buah yang identik dengan tradisi buka puasa di bulan suci Ramadhan baik itu kurma basah maupun kurma kering.

Kedua jenis kurma ini sering dikonsumsi untuk memulai berbuka puasa atau sebagai bagian dari sahur.

Banyak orang bertanya : antara kurma basah dan kurma kering, mana yang lebih baik secara nutrisi untuk sahur dan berbuka puasa?

Artikel ini mengulas lengkap tentang manfaat kesehatan serta perbedaan antara kurma basah dan kering sebagaimana dilansir dari laman Healthline dan Springer, Minggu (22/2) :

Baca Juga: Jadwal Sholat untuk Wlayah Banjar Hari Ini, Minggu 22 Februari 2026

  1. Apa itu kurma basah dan kurma kering?

Kurma basah adalah kurma yang masih segar, bertekstur lembut, berair, dan umumnya memiliki rasa lebih ringan dibandingkan kurma kering.

Sebaliknya kurma kering adalah kurma yang telah melalui proses pengeringan sehingga kadar airnya rendah dan rasa gulanya lebih pekat. 

Perbedaan kadar air ini yang membuat nilai nutrisi kedua jenis kurma sedikit berbeda satu sama lain.

Proses pengeringan memengaruhi kadar energi (kalori) dari kurma sehingga kurma kering biasanya memiliki nilai kalori lebih tinggi per gram dibandingkan kurma basah. 

Baca Juga: 6 Fakta Gizi Kurma untuk Puasa Ramadhan : Energi, Nutrisi dan Manfaat Ilmiahnya

Sedangkan kurma basah karena kadar airnya tinggi, cenderung memberikan rasa lebih segar dan hidrasi sedikit lebih baik. Perbedaan ini penting dipahami saat memilih kurma untuk sahur atau berbuka saat puasa.

  1. Komposisi nutrisi kurma basah dan kurma kering

Kurma secara umum kaya akan karbohidrat, gula alami (fruktosa dan glukosa) serat serta beberapa mineral penting seperti potasium dan magnesium.

Perbedaan utama nutrisi antara kurma basah dan kering terutama pada kepadatan energi dan kadar air. 

Karbohidrat dari kurma bersifat kompleks sehingga dapat memberikan energi cepat tanpa lonjakan gula darah yang ekstrem ketika dikonsumsi dalam jumlah wajar.

Baca Juga: Barito Putera vs Kendal Tornado FC: Duel Sengit Penentu Asa ke BRI Super League

Serat kurma juga membantu mendukung fungsi pencernaan, terutama penting saat pola makan berubah di bulan puasa. Intinya kurma basah dan kering tetap memberikan manfaat energi yang dibutuhkan tubuh setelah berpuasa seharian.

  1. Kurma dan energi selama puasa

Selama puasa, energi tubuh menurun akibat tidak adanya asupan makanan dan minuman dalam waktu panjang.

Kurma menjadi pilihan populer karena energi yang cepat diserap tubuh sehingga membantu memulai proses pemulihan setelah puasa.

Kurma kering mengandung energi yang lebih pekat sehingga hanya beberapa butir saja sudah dapat memberikan dorongan energi cepat.

Baca Juga: Jadwal Sholat untuk Wilayah Majalengka Hari Ini, Minggu 22 Februari 2026

Sedangkan kurma basah dengan kandungan air lebih tinggi memberikan sensasi segar dan hidrasi tambahan di awal berbuka puasa.

Pilihan antara kurma basah dan kering bisa disesuaikan dengan kebutuhan energi dan preferensi tekstur.

  1. Hidrasi dan kadar air

Kurma basah secara alami mengandung lebi banyak air dibandingkan kurma kering. Saat berbuka atau sahur, hidrasi menjadi penting untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh sepanjang puasa.

Kandungan air dari kurma basah membantu memberikan sedikit dukungan hidrasi meskipun sumber minuman utama tetaplah air putih.

Kurma kering, karena kadar airnya rendah maka tidak bisa memberikan kontribusi hidrasi sebanyak kurma basah. Namun konsentrasi gula dan energi yang lebih tinggi membuatnya sangat efektif sebagai penyedia energi cepat.

  1. Vitamin dan mineral

Kurma kering cenderung memiliki konsentrasi mineral yang lebih tinggi per gram dibandingkan kurma basah akibat kadar air yang rendah. Namun kurma basah tetap memberikan nutrisi penting dengan bentuk yang lebih ringan di lambung.

  1. Perbandingan kurma basah dan kurma kering

Secara umum, kurma kering memberikan energi dan nutrisi lebih pekat per gram dan sangat cocok sebagai penambah energi cepat saat berbuka. Sementara kurma basah lebih ringan di lambung dan memberikan hidrasi lebih baik karena kadar airnya.

Bagi yang ingin energi lebih tinggi dengan porsi kecil maka kurma kering lebih sesuai. Sedangkan bagi yang ingin sensasi ringan dan hidrasi tambahan maka kurma basah bisa menjadi pilihan yang tepat.

EDITOR: Hanny Suwindari