JawaPos.com – Tidak bisa dipungkiri bahwa bulan suci Ramadhan adalah waktu yang penuh berkah dan kesempatan memperbaiki diri.
Banyak orang merasa lebih mudah mengantuk di siang hari saat berpuasa terutama pada minggu-minggu pertama Ramadhan.
Rasa kantuk ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari seperti bekerja, belajar atau menjalankan ibadah lainnya jika tidak dipahami penyebabnya.
Artikel ini membahas secara ilmiah mengapa tubuh cenderung merasa lelah dan mengantuk saat berpuasa sebagaimana dilansir dari Biologi Insight dan Springer, Jumat (20/2) :
- Perubahan pola tidur selama Ramadhan
Salah satu penyebab utama kita mudah mengantuk saat puasa adalah perubahan pola tidur yang signifikan karena sahur dan ibadah malam sering membuat jam tidur terpotong dan tidak optimal.
Studi ilmiah menunjukkan bahwa kebiasaan tidur yang terganggu selama Ramadhan dapat menyebabkan sleep debt atau kekurangan tidur yang membuat seseorang mudah lelah di siang hari.
Baca Juga: Slow Living Ala Ramadhan : 6 Cara Menemukan Ketentraman dan Fokus di Tengah Kesibukan
Kualitas tidur yang kurang baik juga memengaruhi kemampuan otak untuk beristirahat secara penuh sehingga rasa mengantuk cenderung meningkat.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Sleep Breath menjelaskan bahwa selama Ramadhan beberapa orang mengalami berkurangnya total durasi tidur akibat perubahan waktu tidur dan bangun.
Meskipun jumlah jam tidur tidak selalu berkurang drastis, perubahan ritme tidur saja sudah cukup untuk meningkatkan perasaan kantuk di siang hari.
- Perubahan metabolisme energi dalam tubuh
Saat berpuasa, tubuh tidak menerima nutrisi dalam waktu lama sehingga kadar glukosa atau gula darah menurun yang bisa memicu rasa lelah dan kantuk.
Baca Juga: Puasa dan Produktif di Bulan Ramadhan : 8 Cara Tetap Fokus Meski Energi Berkurang
Gula darah adalah bahan bakar utama bagi otak dan ketika kadarnya rendah otak akan menghemat energi sehingga kita merasa lambat dan mengantuk.
Riset menyebutkan bahwa saat awal periode puasa, tubuh masih mencoba beralih dari menggunakan glukosa menjadi lemak sebagai sumber energi dan transisi ini dapat menimbulkan rasa lelah sementara.
- Dehidrasi dan gangguan elektrolit
Selain glukosa rendah, dehidrasi ringan juga menjadi salah satu faktor yang membuat kita mudah mengantuk saat puasa.
Karena tubuh tidak menerima asupan cairan sejak sahur hingga berbuka maka volume darah sedikit menurun sehingga membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah dan oksigen ke otak dan otot.
Baca Juga: Ramadhan Bukan Sekadar Lapar dan Haus : 8 Makna Mendalam yang Sering Terlupakan
Kondisi ini yang membuat tubuh merasa lemas, sulit berkonsentrasi dan memicu rasa kantuk yang lebih cepat.
Selain itu, dehidrasi juga menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit penting seperti natrium dan kalium yang penting untuk fungsi saraf dan energi. Intinya gangguan cairan dalam tubuh dapat memengaruhi metabolisme tubuh secara keseluruhan dan menjadikan kita cepat merasa lesu.
- Perubahan ritme sirkadian
Perubahan jadwal makan yang terjadi selama Ramadhan dapat memengaruhi jam biologis tubuh yang mengatur tidur dan bangun.
Pasalnya makan larut malam atau sahur sebelum fajar dapat membuat tubuh bingung dalam pola tidur bangunnya pada akhirnya memengaruhi tidur malam dan membuat kantuk saat siang.
Perubahan jadwal ini juga menurunkan produksi hormone tidur seperti melatonin sehingga membuat tidur malam kurang berkualitas dan menyebabkan kantuk keesokan harinya.
- Dampak pola makan sahur dan berbuka
Menu sahur yang kurang seimbang baik terlalu karbohidrat seperti nasi putih dan gula bisa menyebabkan cepatnya penurunan gula darah di siang hari. Penurunan ini memicu “crash” energi yang membuat tubuh cepat merasa lemas dan mengantuk.
Beberapa studi tentang hubungan pola makan dan energi menunjukkan makanan bergizi membantu menstabilkan kadar gula darah dan mengurangi kantuk di siang hari.
- Faktor sleep debt atau utang tidur
Istilah sleep debt atau utang tidur muncul ketika seseorang secara konsisten tidak mendapat jumlah tidur yang cukup selama beberapa hari. Selama Ramadhan, aktivitas sahur dan ibadah malam sering membuat total jam tidur berkurang sehingga utang tidur menumpuk.
Kondisi ini membuat tubuh menagih kembali tidur yang hilang dengan memberi sinyal kantuk di siang hari. Sleep debt tidak hanya membuat mengantuk namun juga memengaruhi daya ingat, suasana hati dan kinerja kerja sehari-hari.