← Beranda

7 Langkah Aktif di Media Sosial Tanpa Mengurangi Pahala Puasa Ramadhan

Abdul RahmanJumat, 20 Februari 2026 | 04.30 WIB
Ilustrasi media sosial. (Istimewa)

JawaPos.com - Di era digital seperti sekarang ini, media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Di bulan Ramadhan, umat Islam tidak hanya menahan diri dari lapar dan haus, tapi juga harus dapat menjaga lisan, pikiran, dan perilaku, termasuk saat bermedia sosial.

Tanpa disadari, satu komentar negatif atau unggahan pamer berlebihan di media sosial bisa mengurangi nilai pahala dari ibadah puasa yang kita laksanakan.

Melakukan puasa Ramadhan bukan hanya menahan dari lapar dan haus, tapi juga menahan jari dari mengetik hal-hal negatif.

Media sosial bisa jadi ladang pahala kalau digunakan dengan niat baik dan cara yang bijak, tapi bisa juga mendatangkan dosa dan mengurangi pahala puasa Ramadhan.

Lantas, bagaimana cara tetap aktif di media sosial tanpa mengurangi pahala Ramadhan? Simak penjelasan berikut:

1. Menjaga Ketikan di Media Sosial

Kendati tidak berbicara langsung, komentar di media sosial tetap dihitung sebagai perbuatan.

Oleh sebab itu, sebaiknya hindari membuat tulisan atau komentar menghina atau mencaci orang lain, menyebarkan ujaran kebencian, hingga perdebatan yang bisa memancing emosi.

Sebaliknya saat membuat unggahan atau berkomentar di media sosial, sebaiknya menggunakan kata-kata sopan, menenangkan, dan bermanfaat. Seandainya menemukan unggahan yang bikin emosi, lebih baik scroll lewat daripada ikut berkomentar.

2. Hindari Pamer Berlebihan Media Sosial

Berbagi momen berbuka atau sedekah di bulan Ramadhan sebenarnya sah-sah saja. Hanya saja, sebaiknya bati-hati khawatir niatnya berubah jadi mau pamer.

Konten berlebihan di medsos dapat menyebabkan riya atau ingin dipuji dan juga bikin orang lain jadi merasa iri.

Jika hal ini terjadi, maka kegiatan sedekah yang awalnya ibadah karena Allah bisa bergeser ke arah pencitraan dan pamer.

Pada saat hendak membuat unggahan di media sosial tentang kebaikan, sebaiknya diniatkan bukan untuk pamer, mau dipuji, atau hendak cari validasi, tapi untuk tujuan menginspirasi.

3. Saring Informasi Sebelum Share di Medsos

Informasi palsu atau berita hoaks juga dapat mengurangi pahala puasa. Oleh sebab itu, sebaiknya berhati-hati saat akan share sesuatu di media sosial. Pastikan sebelum share informasi, harus dilakukan validasi terlebih dahulu.

4. Unggah Konten yang Layak

Selama puasa, sebaiknya menghindari mengunggah konten sensual, provokatif, atau candaan vulgar berlebihan.

Bukan berarti harus kaku di medsos, tapi harus lebih bijak dalam memilih konten yang kita konsumsi dan bagikan di media sosial di bulan Ramadhan.

5. Sebarkan Konten Positif dan Inspiratif

Bulan Ramadhan adalah momen terbaik untuk menyebarkan hal-hal positif. Kita bisa unggah konten di media sosial tentang motivasi islami, ajakan kebaikan, konten edukatif seputar puasa, dll.

Menariknya, konten positif bukan cuma akan dapat engagement di bulan Ramadhan, tapi juga bisa jadi ladang pahala untuk jangka panjang.

6. Jaga Privasi Diri Sendiri dan Orang Lain

Di media sosial, kita terkadang suka membongkar privasi bahkan aib diri sendiri, pasangan, atau orang lain. Hal-hal seperti itu sebaiknya dihindari di bulan Ramadhan.

7. Kurangi Waktu Scroll, Perbanyak Ibadah

Tanpa sadar, terlalu banyak scroll media sosial terkadang bisa membuat kita lupa waktu dan mengabaikan tadarus, shalat, atau kegiatan positif lainnya.

Jika tidak merasa urgent, sebaiknya membatasi diri dari mantengin media sosial. Batasi diri buka medsos misalnya hanya pada waktu setelah buka puasa dan setelah shalat Tarawih. Di luar itu, sibukkan diri dengan sejumlah kegiatan positif atau ibadah.

EDITOR: Abdul Rahman