← Beranda

Seni Menyehatkan Tubuh di Bulan Ramadhan: 10 Rekomendasi Makanan dan Minuman yang Wajib Dihindari Saat Buka Puasa 

Vindi Rayinda AyudyaKamis, 19 Februari 2026 | 18.35 WIB
Ilustrasi menu buka puasa yang sebaiknya dihindari selama bulan Ramadhan. (Pexels/Gül Işık )
 
JawaPos.Com - Ramadhan merupakan bulan penuh berkah yang dinanti umat Muslim di seluruh dunia. 
 
Selain menjadi momen peningkatan ibadah, Ramadhan juga membawa perubahan besar pada pola makan dan ritme tubuh. 
 
Setelah berpuasa kurang lebih dari 12 jam, memilih menu buka puasa Ramadhan yang tepat menjadi kunci agar tubuh tetap sehat, bertenaga, dan nyaman menjalani ibadah hingga malam hari. 
 
Namun sayangnya, banyak orang justru keliru dalam menentukan makanan dan minuman saat berbuka.

Alih-alih memulihkan energi secara bertahap, sebagian orang langsung mengonsumsi makanan berat, minuman sangat manis, atau hidangan tinggi lemak dalam jumlah besar. 

Akibatnya, keluhan seperti perut kembung, mual, lonjakan gula darah, hingga rasa kantuk berlebihan sering muncul setelah buka puasa.

Padahal, Ramadhan seharusnya menjadi momentum memperbaiki pola makan, bukan sebaliknya.

Seperti informasi yang dirangkum dari Nutrition.org.uk, inilah 10 makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari sebagai menu utama saat buka puasa Ramadhan. 

Tujuannya bukan untuk melarang sepenuhnya, melainkan membantu Anda lebih bijak dalam memilih asupan agar kesehatan tetap terjaga sepanjang bulan suci.

Untuk Diketahui, Mengapa Pemilihan Menu Buka Puasa Ramadhan Sangat Penting?

Selama Ramadhan, tubuh mengalami perubahan metabolisme. Kadar gula darah menurun saat siang hari, cairan tubuh berkurang, dan sistem pencernaan “beristirahat” lebih lama dibanding hari biasa. 

Ketika waktu berbuka tiba, tubuh membutuhkan asupan yang tepat untuk menormalkan kondisi secara bertahap.

Jika makanan yang dikonsumsi terlalu berat, terlalu manis, atau terlalu berlemak, sistem pencernaan bisa “kaget”. 

Inilah yang menyebabkan gangguan lambung, asam naik, dan rasa tidak nyaman setelah makan.

Karena itu, penting memahami bahwa buka puasa Ramadhan bukan hanya soal memuaskan rasa lapar, tetapi juga soal strategi nutrisi.

1. Gorengan Berlebihan

Gorengan hampir selalu hadir saat Ramadhan. Bakwan, tahu isi, risoles, hingga tempe goreng memang menggoda. Namun, menjadikan gorengan sebagai menu utama buka puasa bukan pilihan ideal.

Makanan yang digoreng mengandung lemak jenuh tinggi. Setelah seharian kosong, lambung akan bekerja keras mencerna lemak tersebut. Akibatnya:

  • Perut terasa begah

  • Asam lambung naik

  • Timbul rasa mual

Bukan berarti tidak boleh sama sekali, tetapi sebaiknya dibatasi. Satu atau dua potong kecil sudah cukup, jangan langsung menjadikannya hidangan utama.

2. Minuman Bersoda

Setelah haus seharian, minuman bersoda terasa menyegarkan. Namun, kandungan gas dan gula yang tinggi bisa menimbulkan masalah.

Minuman bersoda dapat menyebabkan:

  • Perut kembung

  • Sendawa berlebihan

  • Lonjakan gula darah cepat

Gas dalam soda membuat lambung terasa penuh sebelum tubuh benar-benar mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan. Untuk buka puasa Ramadhan, air putih tetap menjadi pilihan terbaik.

3. Teh atau Kopi Berkafein Tinggi

Sebagian orang langsung minum teh manis atau kopi saat berbuka. Padahal, kafein bersifat diuretik yang bisa memicu tubuh kehilangan cairan lebih cepat.

Selain itu, kafein dapat:

  • Mengiritasi lambung kosong

  • Memicu asam lambung

  • Mengganggu kualitas tidur malam

Jika ingin mengonsumsi kopi, sebaiknya tunggu setelah makan utama dan dalam jumlah terbatas.

4. Makanan Pedas Berlebihan

Sambal memang menambah selera makan. Namun, makanan yang terlalu pedas saat buka puasa Ramadhan bisa mengiritasi lambung yang kosong sepanjang hari.

Efek yang sering muncul:

  • Nyeri ulu hati

  • Sensasi panas di lambung

  • Diare

Saat berbuka, pilih makanan dengan rasa yang lebih ringan agar sistem pencernaan menyesuaikan diri secara perlahan.

5. Makanan Cepat Saji (Fast Food)

Burger, ayam goreng cepat saji, dan kentang goreng memang praktis. Namun kandungan lemak, garam, dan kalori tinggi dalam fast food tidak ideal untuk buka puasa.

Fast food cenderung:

  • Tinggi lemak jenuh

  • Rendah serat

  • Tinggi natrium

Kombinasi ini bisa membuat tubuh lemas dan mengantuk setelah makan. Buka puasa Ramadhan seharusnya memberi energi stabil, bukan membuat tubuh terasa berat.

6. Makanan Terlalu Manis

Kolak, sirup, es campur, dan aneka dessert memang identik dengan Ramadhan. Namun konsumsi gula berlebihan saat berbuka bisa menyebabkan lonjakan gula darah drastis.

Lonjakan gula darah cepat diikuti penurunan drastis yang membuat tubuh:

  • Lemas

  • Pusing

  • Cepat lapar kembali

Pilih pemanis alami secukupnya dan hindari menambahkan gula berlebihan.

7. Makanan Tinggi Lemak dan Santan Kental

Rendang, gulai, dan makanan bersantan memang lezat. Namun santan kental dan lemak tinggi sulit dicerna oleh lambung kosong.

Efeknya bisa berupa:

  • Perut terasa penuh

  • Mual

  • Gangguan pencernaan

Jika ingin mengonsumsi makanan bersantan, pilih versi santan encer dan dalam porsi kecil.

 

8. Makanan dalam Porsi Besar Sekaligus

Kesalahan umum saat buka puasa Ramadhan adalah makan dalam porsi besar sekaligus. Karena lapar, banyak orang langsung mengonsumsi makanan berat dalam jumlah banyak.

Padahal, sistem pencernaan membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Makan berlebihan sekaligus bisa menyebabkan:

  • Perut kembung

  • Kantuk berat

  • Gangguan lambung

Lebih baik makan bertahap: awali dengan yang ringan, beri jeda, lalu lanjutkan ke makanan utama.

9. Jus Buah dengan Tambahan Gula Berlebihan

Jus buah terdengar sehat, tetapi sering kali ditambahkan gula atau sirup dalam jumlah banyak. Akibatnya, kadar gula dalam minuman meningkat drastis.

Lebih baik konsumsi buah utuh atau jus tanpa tambahan gula. Serat alami dalam buah membantu mengontrol gula darah.

10. Makanan Olahan Tinggi Garam

Sosis, nugget, makanan kaleng, dan camilan asin mengandung natrium tinggi. Setelah dehidrasi seharian, konsumsi garam berlebihan bisa memperburuk rasa haus.

Selain itu, makanan tinggi garam dapat menyebabkan:

  • Tekanan darah meningkat

  • Retensi cairan

  • Tubuh terasa tidak nyaman

Pilih makanan segar dengan kandungan garam lebih rendah.

Dampak Jangka Panjang Jika Pola Buka Puasa Salah

Memilih menu buka puasa Ramadhan tidak boleh sembarangan. Tubuh yang telah berpuasa seharian membutuhkan asupan yang lembut, bergizi, dan bertahap. 

Menghindari gorengan berlebihan, minuman bersoda, makanan terlalu manis, serta porsi besar sekaligus adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan.

Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang mengendalikan diri dan menjaga keseimbangan. 

Dengan bijak memilih makanan dan minuman saat berbuka, Anda tidak hanya merayakan kebersamaan, tetapi juga merawat tubuh agar tetap kuat menjalani ibadah sepanjang bulan suci.

Jika pola makan tidak diperhatikan selama Ramadhan, risiko yang bisa muncul antara lain:

  • Berat badan naik drastis

  • Gangguan pencernaan

  • Asam lambung kronis

  • Gangguan gula darah

Ramadhan yang seharusnya menjadi momen detoksifikasi alami justru bisa berubah menjadi periode konsumsi berlebihan.

***

EDITOR: Novia Tri Astuti