← Beranda

Warga Muhammadiyah Mulai Puasa Besok, Berikut Daftar Masjid di Jakarta yang Menggelar Salat Tarawih Malam Ini

Syahrul YunizarRabu, 18 Februari 2026 | 00.31 WIB
Ilustrasi sholat tarawih. (Photo by Mohammed Alim/Pexels)

 

JawaPos.com-Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu (18/2/2026). Dengan keputusan tersebut, warga Muhammadiyah sudah mulai melaksanakan salat tarawih pada Senin malam (17/2/2026).

Di Jakarta, sejumlah masjid Muhammadiyah telah memastikan akan menggelar salat tarawih mulai malam ini. Berikut daftar lengkapnya.

Masjid Muhammadiyah di Jakarta yang Gelar Tarawih 17 Februari 2026

Jakarta Pusat

Masjid At-Tanwir, PP Muhammadiyah

PCM Kramat

PCM Tanah Abang IV

PCM Kemayoran 2

PCM Cempaka Putih

RS Islam Jakarta Cempaka Putih

PCM Tanah Abang II Pejompongan

PCM Tanah Abang III Bendungan Hilir

 

Jakarta Selatan

Masjid Al-Huda, PCM Tebet Timur

Masjid At-Taqwa, PCM Kebayoran Baru

PCM Bukit Duri

PCM Kebayoran Lama

Masjid Al-Jihad, PCM Setiabudi Karet

Masjid Baiturrahmah Tanjung Barat

Masjid Al-Bayyinah, Cipedak, Jagakarsa

Masjid At-Taqwa, PCM Pasar Rumput

Masjid Al-Muhajirin, PCM Tebet Barat

Masjid Nurul Haq, PCM Kebon Baru

Masjid Al-Amin, PCM Pesanggrahan

 

Jakarta Timur

PCM Utan Kayu

PCM Duren Sawit II

PCM Pasar Rebo

Masjid At-Taqwa, Perguruan Muhammadiyah Matraman

PRM Kayumanis Utara

PCM Kramat Jati

Islamic Center Muhammadiyah Duren Sawit I

Perguruan Muhammadiyah Duren Sawit I

RS Islam Jakarta Pondok Kopi

Masjid Al-Muslimun, Matraman

Masjid Istiqomah, Cijantung

Masjid Asy-Syifa PRM Kayu Tinggi Cakung

Masjid Muhammadiyah Arrahman

 

Jakarta Barat

Masjid Al-Isra, PDM Jakarta Barat

Masjid Raya Uswatun Hasanah, Cengkareng

Masjid Al-Barakah, Cengkareng Barat

Masjid Nurul Amal, PCM Palmerah

Masjid Al-Jihad, Cengkareng Timur

Masjid Baitul Hikmah, PCM Tomang

Masjid Al-Hasanah, PCM Kembangan

Masjid Al-Muhajirin, Kemanggisan

PCM Slipi Kota Bambu

Masjid Al-Huda, PCM Jelambar

Masjid Nurul Falah, Jati Pulo

Masjid Mujahidin, Kebon Jeruk

Masjid Al-Mujahidin I, Grogol Petamburan

 

Jakarta Utara

PCM Penjaringan

PCM Tanjung Priok

PCM Kelapa Gading

PCM Cilincing

RSIJ Sukapura

Masjid Al-Jihad, PCM Koja

Masjid Nurul Hidayah

Masjid At-Taubah

Masjid Al-Mutoqorrobin

Masjid Muhammad Irsyad

Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Muhamad Rofiq Muzakkir, menjelaskan bahwa penetapan awal Ramadan tahun ini memang memantik diskusi di tengah masyarakat.

Salah satu pertanyaan yang muncul ialah bagaimana mungkin umat Islam di Indonesia memulai puasa, sementara parameter hilal di lokasi rujukan seperti Alaska baru terpenuhi belasan jam kemudian.

“Keberatan ini wajar terjadi akibat benturan antara logika kalender lokal yang berbasis visibilitas langsung dengan logika kalender global yang bersifat sistemik,” kata Rofiq dalam keterangan tertulisnya.

Penetapan tersebut menggunakan sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), metode yang dikembangkan Muhammadiyah untuk menyatukan sistem kalender Islam secara global.

Rofiq menegaskan pentingnya memahami logika syar’i dan astronomis KHGT secara proporsional. Salah satu konsep utama dalam sistem ini adalah Satu Hari Satu Tanggal (Single Global Day).

Ia menjelaskan perlunya membedakan antara “waktu” (jam/siang-malam) dan “tanggal” (sistem administrasi hari). KHGT tidak mengubah kewajiban puasa yang tetap dilaksanakan dari fajar hingga magrib sesuai waktu setempat.

Dalam sistem tersebut, bumi dipandang sebagai satu kesatuan matra waktu. Siklus hari dimulai dari Garis Tanggal Internasional (International Date Line) di Samudra Pasifik, bergerak ke barat melewati Selandia Baru, Australia, Asia, Afrika, Eropa, Amerika, dan berakhir kembali di Pasifik dekat Alaska.

Karena itu, jika parameter keterlihatan bulan terpenuhi di mana pun sebelum siklus hari berakhir, meskipun di wilayah paling barat seperti Alaska, maka keberadaan hilal tersebut menjadi validasi hukum bagi seluruh penduduk bumi pada tanggal yang sama.

 

“Jadi, 17 Februari dipandang sebagai satu hamparan waktu global. Ketika syarat terpenuhi di ujung hari (Alaska), status bulan baru berlaku untuk seluruh zona waktu dalam satu putaran hari tersebut, termasuk Indonesia,” jelasnya. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan