JawaPos.com - Puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi bentuk ibadah yang penuh keutamaan. Selain puasa wajib di bulan Ramadhan, Islam juga menganjurkan berbagai puasa sunnah yang memiliki keistimewaan tersendiri. Dari puasa Senin-Kamis hingga Puasa Ayyamul Bidh, setiap jenis puasa sunnah membawa manfaat spiritual dan kesehatan yang luar biasa.
Mengutip dari laman baznas.go.id dan prudentialsyariah.co.id, berikut beberapa jenis puasa sunnah yang bisa menjadi amalan tambahan bagi umat Muslim, serta manfaat yang terkandung di dalamnya.
1. Puasa Senin dan Kamis: Meneladani Rasulullah SA
Puasa Senin dan Kamis adalah salah satu puasa sunnah yang paling sering dilakukan oleh Rasulullah SAW. Dalam hadis disebutkan bahwa hari-hari ini memiliki keistimewaan tersendiri:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda: "Amal perbuatan manusia diperiksa pada hari Senin dan Kamis, maka aku ingin ketika amalku diperiksa, aku dalam keadaan berpuasa." (HR. Tirmidzi, no. 747; Ibnu Majah, no. 1740)
Selain sebagai ibadah, puasa ini juga membantu menjaga kesehatan tubuh. Banyak penelitian menunjukkan bahwa puasa secara berkala dapat meningkatkan metabolisme, mengatur kadar gula darah, dan membantu proses detoksifikasi alami tubuh.
2. Puasa Ayyamul Bidh: Cahaya bagi Jiwa
Puasa Ayyamul Bidh dilakukan setiap tanggal 13, 14, dan 15 di bulan Hijriah, di mana malam-malam tersebut diterangi oleh cahaya bulan purnama. Rasulullah SAW sangat menganjurkan puasa ini, sebagaimana dalam hadis:
Dari Jarir bin Abdullah, dari Nabi SAW, beliau bersabda: "Kamu cukup puasa 3 hari setiap bulan. Karena dari setiap kebaikan, kamu akan mendapatkan 10 kali lipatnya. Sehingga puasa 3 hari setiap bulan sama dengan puasa sepanjang tahun." (HR. Bukhari & Muslim)
Selain mendapatkan pahala seperti berpuasa sepanjang tahun, puasa Ayyamul Bidh juga melatih kedisiplinan dan memberikan efek positif bagi keseimbangan hormon serta kesehatan mental.
3. Puasa Daud: Puasa Terbaik yang Dicintai Allah
Puasa Daud adalah puasa yang dilakukan secara berselang-seling, yakni satu hari berpuasa dan satu hari tidak. Rasulullah SAW menyebut ini sebagai puasa yang paling dicintai oleh Allah:
Dari 'Amru bin Aus ast-Tasaqafiy dia mendengar 'Abdullah bin 'Amru berkata; Rasulullah SAW berkata kepadaku: "Puasa yang paling Allah cintai adalah puasa Nabi Daud 'Alaihissalam, yaitu dia berpuasa satu hari dan berbuka satu hari." (Hadits Shahih Al-Bukhari No. 3167)
Selain memberikan kontrol diri yang lebih kuat, puasa Daud juga membantu menjaga keseimbangan energi dalam tubuh serta meningkatkan daya tahan fisik dan mental.
4. Puasa Muharram: Memperoleh Pengampunan Dosa
Bulan Muharram merupakan bulan yang mulia dalam Islam, dan puasa di dalamnya memiliki keutamaan yang besar. Salah satunya adalah Puasa Asyura yang dilakukan pada tanggal 10 Muharram dan lebih utama jika ditambah dengan Puasa Tasu’a pada tanggal 9 Muharram.
Dari Abu Qotadah ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: "Aku berharap kepada Allah bahwa puasa pada hari 'Asyura dapat menghapus dosa setahun yang lalu. " (Hadits Sunan Ibnu Majah No. 1728)
Puasa ini merupakan cara mudah untuk memperoleh ampunan Allah, sekaligus memperingati berbagai peristiwa penting dalam sejarah Islam, seperti keselamatan Nabi Musa AS dari kejaran Fir'aun.
5. Puasa Sya'ban: Persiapan Spiritual Menuju Ramadan
Rasulullah SAW banyak berpuasa di bulan Sya'ban sebagai bentuk persiapan menyambut bulan Ramadan. Dalam sebuah hadis, Aisyah RA berkata:
Dari Abu Salamah bahwa 'Aisyah radliallahu 'anha menceritakan kepadanya, katanya: "Rasulullah SAW tidak pernah melaksanakan shaum lebih banyak dalam sebulan selain bulan Sya'ban, yang Beliau melaksanakan shaum bulan Sya'ban seluruhnya." (Hadits Shahih Al-Bukhari No. 1834)
Puasa ini membantu umat Muslim mempersiapkan diri secara spiritual dan fisik sebelum memasuki bulan Ramadan, sehingga tubuh dan jiwa lebih siap menghadapi ibadah yang lebih intensif.
6. Puasa Arafah: Menghapus Dosa Dua Tahun
Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilakukan setiap 9 Dzulhijjah, sehari sebelum Idul Adha. Puasa ini memiliki keutamaan luar biasa, terutama bagi mereka yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Rasulullah SAW bersabda:
Dari Qatadah bin An Nu'man ia berkata; aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa mengerjakan puasa 'Arafah, maka akan diampuni dosanya setahun yang akan datang dan setahun yang telah lalu." (Hadits Sunan Ibnu Majah No. 1721)
Selain nilai spiritualnya, puasa Arafah juga menjadi momentum untuk meningkatkan doa dan amalan baik, karena hari tersebut merupakan salah satu hari terbaik dalam Islam.