JawaPos.com - Dalam menyambut bulan suci Ramadan, sejatinya kita juga perlu membersihkan diri dan menjauhi segala larangan Allah SWT.
Sebagaimana salah satu ayat tentang Ramadan ini terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 183 yang berbunyi “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Dalam menuju pribadi yang bertakwa ini, tentunya ada amalan kebaikan yang dianjurkan oleh Allah SWT melalui Rasulullah SAW. Salah satunya adalah menumbuhkan solidaritas sosial.
Merangkum dari laman Kemenag dan IAIN Kudus pada Rabu (26/02), berikut 3 poin penting tentang peran Ramadan dalam menumbuhkan solidaritas sosial :
1. Keutamaan sedekah di bulan Ramadan
Rasulullah yang dikenal sangat dermawan juga digambarkan sebagai sosok yang lebih dermawan saat Ramadan. Dalam hadis dijelaskan
“Dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril.
Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al Qur’an. Dan kedermawanan Rasulullah SAW melebihi angin yang berhembus.” (HR. Bukhori)
2. Melatih rasa empati
Dengan menahan rasa lapar dan dahaga, puasa melatih umat Islam untuk menjadi insan yang mampu berempati, yakni merasakan kesulitan fakir miskin.
Hal ini diharapkan melahirkan sikap ta'awun, yakni semangat saling menolong dan bekerja sama dengan orang lain secara tulus dan baik.
Orang yang kaya berbagi dengan saudaranya yang fakir miskin, orang berilmu selayaknya bisa berbagai pengetahuan dengan orang lain, dan orang yang sedang mendapat amanah kekuasaan, sudah seharusnya menyejahterakan rakyatnya.
3. Membersihkan diri dengan zakat fitrah
Zakat fitrah menjadi penutup kekurangan-kekurangan puasa seperti kecerobohan dan kelalaian saat pelaksanaannya.
Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda “Zakat fitrah sebagai penyucian bagi orang yang berpuasa dari omong kosong dan kata-kata kotor, serta untuk memberi makan orang miskin.”
Keluarkanlah zakat fitrah itu dengan makanan pokok yang ada di negeri kita, sehingga menjadi afdhal dalam mengeluarkannya, bertambah nilai ibadahnya dan menjadi sempurna ibadah puasanya.
Perintah zakat fitrah ini bukan lagi sunnah, melainkan wajib. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat Bukhari “Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah dengan satu sha' kurma atau satu sha' gandum bagi setiap muslim yang merdeka maupun budak, laki-laki maupun perempuan, anak kecil maupun dewasa.
Zakat tersebut diperintahkan dikeluarkan sebelum orang-orang keluar untuk melaksanakan shalat ied.” (HR. Bukhari)
Dapat disimpulkan bahwa peran Ramadan ini sangat penting bagi kita untuk menumbuhkan solidaritas sosial khususnya kepada orang yang membutuhkan.
Melalui momen penuh berkah ini kita diberikan kesempatan untuk berbagi, misalnya dengan berbagi menu buka puasa atau sahur di masjid.
Jadi pada bulan Ramadan ini mampu memberikan makna paling mendalam bagi aspek sosial masyarakat, yang di mana perilaku ini bisa berkelanjutan pada bulan berikutnya.