← Beranda

Evaluasi Awal Arus Mudik-Balik Lebaran 2024, Kecelakaan dan Korban Meninggal Turun

Ilham Dwi Ridlo WancokoRabu, 17 April 2024 | 21.20 WIB
Sejumlah pemudik arus balik saat tiba di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Senin (15/4/2024). (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

JawaPos.com – Korlantas Polri memastikan terjadi penurunan angka kecelakaan pada momen Lebaran 2024 sebanyak 13 persen dibandingkan tahun lalu. Jumlah korban meninggal dunia menurun, tapi korban kecelakaan yang mengalami luka berat meningkat signifikan.

Kakorlantas Polri Irjen Aan Suhanan mengatakan, selama arus mudik dan balik tahun ini, terjadi 2.985 kecelakaan. Tahun lalu jumlahnya mencapai 3.412 kejadian. ”Ini sesuai dengan target untuk menurunkan angka kecelakaan,” katanya.

Dari 2.985 kecelakaan dalam Lebaran 2024, terdapat korban meninggal dunia sebanyak 429 jiwa. Jumlah tersebut turun 17 persen bila dibandingkan dengan korban meninggal pada arus mudik dan balik Lebaran 2023 yang mencapai 519 jiwa. ”Angka kecelakaan turun, jumlah korban meninggal dunia turun. Tapi, jumlah korban luka berat meningkat,” terang dia.

Pada 2023, jumlah korban luka berat sebanyak 427 orang. Pada arus mudik dan balik Lebaran 2024, angkanya naik 25 persen dengan 533 orang. ”Saya meminta maaf bila selama pelaksanaan operasi arus mudik dan balik, masih banyak kekurangan,” ucapnya. Jumlah korban luka ringan mengalami penurunan. Yakni, 4.745 orang pada 2023 menjadi 3.983 orang pada tahun ini.

Sementara itu, pemerintah telah melakukan evaluasi awal penanganan arus mudik dan balik Lebaran. Dari hasil yang ada, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memastikan ada sejumlah perbaikan dibandingkan penanganan pada tahun lalu.

Dia mengakui, memang ada beberapa insiden di sejumlah titik ruas tol. Namun, secara umum, penanganan arus mudik dan arus balik 2024 mengalami capaian yang cukup signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

”Secara umum capaian-capaiannya sudah sangat baik dari tahun 2023, ada perbaikan, terutama dari sisi angka kecelakaan. Karena memang yang kita utamakan adalah keselamatan, bahkan idealnya memang harus zero accident,” ujarnya dalam pernyataan resmi kemarin (16/4).

Capaian penanganan mudik tersebut diindikasi dari beberapa hal. Di antaranya, rata-rata angka kecelakaan yang menurun, angka korban meninggal, hingga penurunan jumlah santunan yang diberikan oleh pihak-pihak terkait. (idr/mia/c7/fal)

EDITOR: Ilham Safutra