← Beranda

Teks Khutbah Jumat Ketiga Bulan Ramadhan: Ramadhan Jadi Momentum Tumbuhkan Jiwa Kepedulian dan Kedermawanan

Achmad AsroriJumat, 29 Maret 2024 | 17.37 WIB
Ilustrasi Khotbah Jumat/Freepik

 

JawaPos.com - Bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat diharapkan oleh umat Islam di berbagai penjuru dunia karena dipandang sebagai periode yang sarat dengan keberkahan dan pengampunan.

Selama bulan ini, umat Islam diwajibkan untuk menahan diri dari makan dan minum mulai dari terbitnya matahari hingga terbenamnya.

Selain sebagai kewajiban agama, Ramadhan juga dianggap sebagai kesempatan untuk meningkatkan empati dan kepedulian terhadap sesama.

Dalam menyambut bulan Ramadhan maka melansir NU_Online, berikut Tema Teks Khutbah Jumat ketiga bulan Ramadhan yang berjudul, ‘Ramadhan Momentum Tumbuhkan Jiwa Kepedulian dan Kedermawanan’.

Khutbah I

 

اَلْحَمْدُ للهِاَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ يَحْشُرُنَا فِي الْمَحْشَرِأَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْجَبَّارُ وَأَشْهَدُ اَنَّ حَبِيْبَنَا وَ نَبِيَّنّا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْاِنْسِ وَالْبَشَرِاَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ اَمَّا بَعْدُ

 

فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَاِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِأَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِوَالْعَصْرِۙ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Para hadirin yang dirahmati Allah, dalam sidang Jumat yang mulia, pada awal khutbah siang Ramadhan ini, mari kita bersama-sama meningkatkan kesadaran kita untuk memperkuat ketakwaan kepada Allah subhanahu wata'ala.

Menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh adalah salah satu dari lima rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang telah baligh dan mampu melaksanakan puasa Ramadhan.

Ibadah puasa ini dilakukan pada bulan suci Ramadhan, yang dipenuhi dengan keberkahan dan ampunan. Melalui pelaksanaan puasa, kita dapat memperoleh pelajaran tentang makna kesabaran, keikhlasan, dan empati terhadap sesama, terutama mereka yang kurang mampu.

Seperti yang ditegaskan dalam firman Allah SWT, yang terdapat dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 183:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ

Artinya, "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."

Hadirin yang dirahmati Allah, dalam sidang Jumat yang berkah, Puasa Ramadhan tidak hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga merupakan kesempatan untuk meningkatkan ketakwaan sosial. Ketakwaan sosial menunjukkan adanya rasa peduli dan tanggung jawab terhadap sesama manusia.

Salah satu cara untuk meningkatkan ketakwaan sosial selama Ramadhan adalah dengan berbagi rezeki kepada orang lain. Ini dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti zakat, infak, sedekah, dan memberikan makanan berbuka puasa.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim, dijelaskan bahwa Nabi Muhammad saw selalu memperbanyak sedekah dan berbagi dengan yang membutuhkan di bulan Ramadhan.

 

كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ (أَجْوَدَمَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ

Artinya, "Rasulullah saw adalah orang paling murah hati. Ia semakin murah hati di bulan Ramadhan." (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Para hadirin yang dihormati dalam sidang Jumat yang mulia, Bulan Ramadhan merupakan momen yang identik dengan penuh berkah dan ampunan. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan amalan ibadah, di antaranya adalah sedekah.

Memberikan sedekah di bulan Ramadhan memiliki keutamaan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Hal ini sesuai dengan penjelasan yang terdapat dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, yang mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda:

عن أَبي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قال قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللَّهُ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا

أَجْزِي بِهِ

 

Artinya, "Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Allah berfirman: "Setiap amal anak Adam (manusia) untuknya, kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku-lah yang akan membalasnya." (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Hadirin yang dirahmati Allah, dalam majelis Jumat yang penuh berkah, Dalam hadis lain, Nabi Muhammad saw menjelaskan tentang keutamaan bersedekah di bulan Ramadhan, yang dapat menjadi penolak bala dan penghapus dosa. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, Nabi bersabda:

 

الصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطَايَا كَمَا يُطْفِىءُ الْمَاءُ النَّارَ

Artinya, "Sedekah itu menghapus kesalahan seperti air memadamkan api." (HR At-Tirmidzi).

Hadirin yang dirahmati Allah dalam majelis Jumat yang penuh berkah, Dalam kitab Hasyiyatul Baijuri, Syekh Ibrahim Al-Baijuri menegaskan bahwa terdapat berbagai keutamaan dalam berbagi di bulan Ramadhan. Salah satu keutamaan yang paling utama adalah pahala yang berlipat ganda dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya.

Oleh karena itu, setiap perbuatan baik yang dilakukan di bulan Ramadhan, termasuk berbagi, akan mendapat pahala yang berlipat ganda. Hal ini tentu menjadi motivasi bagi umat Islam untuk meningkatkan amal kebaikan mereka, khususnya dalam berbagi kepada sesama.

 

وَمُبَادَرَتُهُ لِإِكْثَارِ الصَّدَقَةِ لأَنَّهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ، وَبِالْجُمْلَةِ فَيَكْثُرُ فِيهِ مِنْ أَعْمَالِ الْخَيْرِ لأَنَّ الْعَمَلَ يُضَاعَفُ فِيهِ عَلَى الْعَمَلِ فِي غَيْرِهِ مِنْ بَقِيَّةِ الشُّهُورِ

Artinya, "Dan segera memperbanyak sedekah karena beliau shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan di bulan Ramadhan, dan secara umum dia memperbanyak amal kebaikan di bulan Ramadhan karena amal di bulan Ramadhan dilipatgandakan pahalanya dibandingkan dengan amal di bulan-bulan lainnya. (Syekh Ibrahim Al-Baijuri, Hasyiyatul Baijuri, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: 1999 M/1420 H], juz I, halaman 562)

Dengan demikian, puasa Ramadhan tidak hanya berkaitan dengan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga memberikan kesempatan bagi kita untuk meningkatkan ketakwaan sosial. Ketakwaan sosial mengandung arti memiliki perasaan peduli dan tanggung jawab terhadap sesama manusia. Dengan meningkatkan ketakwaan sosial, kita dapat membentuk masyarakat yang lebih adil, sejahtera, dan harmonis.

 

Banyak yang memahami takwa sebagai "menjalani perintah Allah dan menjauhi larangan Allah". Meskipun pemahaman ini tidak salah, namun terkadang terkesan bersifat vertikal dan satu arah, hanya berfokus pada hubungan antara manusia dengan Tuhan. Namun, dalam Al-Qur'an, makna takwa jauh lebih luas daripada itu. Takwa juga memiliki dimensi horizontal yang disebut sebagai "takwa sosial". Konsep ini lebih bersifat terestrial dan menekankan hubungan manusia dengan sesamanya.

Takwa sosial mendorong manusia untuk berperilaku baik, adil, dan bertanggung jawab terhadap sesama. Individu yang memiliki takwa sosial tidak hanya memikirkan kepentingan pribadi, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan orang lain.

Dalam Al-Quran, surat Ali Imran ayat 133-134 menjelaskan bahwa konsep takwa tidak hanya berlaku dalam hubungan antara individu dengan Allah swt, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang sangat penting.

Ayat-ayat ini menegaskan bahwa orang yang bertakwa adalah mereka yang saling berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan, saling mengingatkan untuk menegakkan kebenaran dan kesabaran, serta saling membantu dalam menghadapi kesulitan.

 

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (١٣٣الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

 

Artinya, "Bersegeralah menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga (yang) luasnya (seperti) langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,(yaitu) orang-orang yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan." (QS Ali Imran: 133-134).

Hadirin sidang Jumat yang berbahagia, Ayat ini menjelaskan bahwa orang yang bertakwa adalah mereka yang tidak terlena dengan kenikmatan dunia semata, tetapi selalu ingat untuk memberikan sedekah dan pertolongan kepada sesama, bahkan ketika mereka sendiri menghadapi kesulitan. Mereka juga senantiasa berdoa memohon ampunan atas dosa-dosa mereka dan berusaha untuk tidak mengulanginya lagi.

Saat kita berpuasa, kita merasakan lapar dan haus. Sensasi ini juga dirasakan oleh fakir miskin yang mungkin setiap hari kekurangan makanan dan minuman.

Dengan merasakan lapar dan haus selama puasa, hati kita akan tergerak untuk lebih peduli dan berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Semoga kita dapat mengambil hikmah dari pengalaman puasa ini untuk lebih memperdalam rasa empati dan kedermawanan terhadap sesama.

 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُوَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِوَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِأَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ أَمَّا بَعْدُفَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَفَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَ مَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًااَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَوَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَوَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِاَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَرَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِعِبَادَ اللهِإِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

EDITOR: Novia Tri Astuti