JawaPos.com - Melakukan donor darah merupakan tindakan mulia. Bagaimana tidak, kita akan menyumbangkan darah kepada orang yang membutuhkan. Biasanya, sebelum melakukan kegiatan ini diperlukan tubuh yang fit dengan istirahat cukup dan makan bergizi.
Petugas donor darah juga akan menyarankan kepada calon pendonor untuk menjaga kesehatannya. Caranya dengan perbanyak minum air putih, tidur yang cukup, makan sayuran yang berwarna hijau, dan masih banyak lagi. Dengan berbagai saran tersebut, membuat banyak orang mengira tidak boleh melakukan donor darah karena tidak bisa melakukan menjaga kesehatan secara optimal.
Sayangnya, di bulan Ramadhan masih banyak orang waswas melakukan donor darah. Hal ini disebabkan karena takut puasa batal atau kondisi tubuh menjadi tidak fit. Namun, apakah benar begitu?
Dikutip dari laman KlikDokter.com, melakukan donor darah saat puasa sangat aman bagi mereka yang tubuhnya sehat. Meski begitu, ada beberapa hal perlu diperhatikan sebelum melakukan donor darah ketika sedang berpuasa. Salah satunya adalah pandai memilih waktu saat akan melaksanakan kegiatan tersebut.
Donor darah saat puasa dianjurkan dilakukan di pagi hari. Alasannya karena pada waktu tersebut cadangan air serta kondisi tubuh masih bugar. Selain itu juga, cadangan energi di dalam tubuh juga terbilang masih banyak karena belum melakukan banyak aktivitas.
Melalui alasan tersebut, melakukan donor darah di siang maupun sore hari tidak dianjurkan. Dikarenakan pada dua waktu tersebut manusia akan melakukan banyak aktivitas. Akibatnya, cadangan energi berkurang dan kondisi tubuh kurang fit.
Dilansir dari Siloamhospitals.com, efek samping melakukan donor darah saat puasa adalah mengalami hipotensi (tekanan darah rendah). Hal ini disebabkan karena calon pendonor tidak memerhatikan kondisi kesehatan. Gejala hipotensi yang dirasakan antara lain seperti, pusing, mual, kelelahan, bahkan hingga kehilangan kesadaran.
Sebenarnya efek donor darah saat puasa disebabkan karena tidak adanya asupan zat besi dan cairan akibat sel darah merah berkurang tiba-tiba. Efek samping ini juga terjadi apabila calon pendonor memiliki riwayat kondisi medis tertentu.
Untuk menghindari resiko di atas, harus mempersiapkan dan memerhatikan beberapa hal sebelum melakukan donor darah. Meskipun sedikit berbeda dari persiapan donor darah biasanya, hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya resiko tertentu. Berikut penjabaran apa saja yang perlu dilakukan sebelum donor darah saat puasa antara lain:
1. Beristirahat yang cukup
Sebelum melakukan donor darah, pastikan sudah istirahat dan tidur yang cukup. Waktu tidur normal bagi manusia adalah selama 7-9 jam. Kegiatan ini bertujuan agar tubuh terasa bugar, rileks, dan tidak lemas saat melakukan donor darah.
2. Perbanyak konsumsi makanan bergizi dan minum air putih saat sahur
Pastikan saat sahur dan berbuka puasa untuk mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang. Terutama ke makanan berwarna hijau dan mengandung kandungan zat besi yang cukup. Contohnya adalah daging-dagingan dan kacang.
Untuk memenuhi kandungan cairan di dalam tubuh, minumlah kurang lebih empat sampai lima gelas saat sahur. Ketika sahur juga hindari minuman berkafein untuk mencegah dehidrasi selama puasa.
3. Tidak mengonsumsi obat-obatan tertentu
Sebelum melakukan donor darah, ada baiknya untuk tidak mengonsumsi obat-obatan tertentu. Hal ini dikarenakan khawatir akan memengaruhi kemampuan dalam mendonorkan darah. Walau demikian, calon pendonor darah dilarang menghentikan obat yang telah diresepkan oleh dokter.
4. Hindari olahraga berat
Melakukan olahraga berat sebenarnya diperbolehkan saja. Namun, lebih baik dihindari agar tidak mengalami dehidrasi panjang. Olahraga berat yang tidak dianjurkan seperti, lari cepat, angkat beban, dan masih banyak lagi. Dikhawatirkan karena dehidrasi akibat olahraga berat menimbulkan beberapa efek samping saat melakukan donor darah.
5. Memilih waktu yang tepat untuk donor darah
Di hari biasa, kita bisa bebas menentukan kapan akan melakukan donor darah. Tentu hal ini berbeda ketika ramadan berlangsung. Saat sedang berpuasa, dianjurkan melakukan donor darah di pagi hari karena tubuh dalam kondisi fit dan cadangan air masih banyak.
Melakukan donor darah saat berpuasa adalah boleh. Meski begitu, pastikan kondisi tubuh sebelum melakukan donor darah sedang dalam kondisi fit. Selain itu, jangan lupa untuk menjaga kesehatan tubuh agar terhindar dari efek samping donor darah.
Apakah donor darah membatalkan puasa? Dilansir dari website NU Online, kegiatan donor darah tidak membatalkan puasa. Kegiatan ini juga tidak mengurangi pahala ibadah yang sedang dilakukan.