← Beranda

Waspada Maag Kambuh saat Berpuasa, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Thalia SalsabilaJumat, 15 Maret 2024 | 17.37 WIB
Ilustrasi sakit maag (sumber: Freepik)

JawaPos.com - Bagi sebagian orang, puasa bisa menjadi tantangan terkait kesehatan. Penderita gangguan lambung seperti maag contohnya, hal tersebut bisa mengganggu ibadah di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini.

Saat berpuasa, perut dalam keadaan kosong selama kurang lebih 13 jam. Durasi yang panjang seperti itu bisa saja memicu kambuhnya penyakit maag.

Maag muncul adanya sejumlah gejala muncul akibat gangguan pada lambung. Ketika mengalami kondisi ini, seseorang dapat merasakan nyeri pada perut dan ulu hati, sering bersendawa, mengalami perut kembung, merasa mual, dan bisa juga muntah.

Kondisi seperti itu pastinya membuat penderita maag akan merasa tidak nyaman, terlebih lagi jika kambuh saat sedang berpuasa karena perut kosong dapat menyebabkan produksi asam lambung meningkat.

Adapun penyebab maag kambuh saat berpuasa sebagai berikut:

1. Perubahan Pola Makan

Puasa bisa menyebabkan perubahan pola makan yang drastis, termasuk penundaan waktu makan sehingga lambung harus menahan asam lambung lebih lama dari biasanya yang memicu iritasi pada lambung.

2. Konsumsi Makanan yang Salah

Selama sahur atau berbuka, banyak orang cenderung mengonsumsi makanan yang berlemak, pedas, asam, dan berminyak, hal ini bisa meningkatkan produksi asam lambung dan memperburuk gejala maag.

3. Kurangnya Cairan

Selama puasa, tubuh kehilangan cairan secara signifikan karena tidak ada asupan selama berpuasa, kekurangan ini dapat membuat lendir pada lambung menjadi kental dan iritasi.

Berikut penjelasan cara mengatasi maag yang kambuh saat berpuasa agar tetap nyaman:

1. Longgarkan Pakaian

Jika mengalami sakit maag saat berpuasa, hal pertama yang bisa dilakukan adalah mengendurkan pakaian. Karena ketatnya pakaian, dapat memberikan tekanan tambahan pada perut yang memicu asam lambung naik.

2. Tinggikan Bagian Atas Tubuh saat Tidur

Biasanya, sindrom dispepsia terjadi karena perut kosong dalam durasi yang cukup panjang. Maka, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah meninggikan bagian atas tubuh saat tidur dengan menggunakan beberapa bantal untuk mengatasi kondisi ini.

3. Konsumsi Teh Jahe

Ketika waktu berbuka tiba, disarankan untuk segera mengonsumsi teh jahe untuk meredakan sakit maag, karena jahe mengandung senyawa antioksidan yang dapat merilekskan dinding lambung.

4. Istirahat yang Cukup

Waktu tidur yang cukup dapat mengatasi penyakit maag. Jika perlu, tambahkan waktu istirahat dengan tidur siang selama 30 menit untuk mencegah kekambuhan.

5. Hindari Tidur setelah Makan

Jangan tidur setelah makan sehabis sahur maupun berbuka puasa, sebab hal ini dapat memperburuk gejala maag yang kambuh. Maka dari itu, sebaiknya beri jeda 2-3 jam setelah makan sebelum tidur agar makanan tidak berbalik arah ke atas yang memicu kambuhnya maag.

6. Kelola Stres

Maag dapat kambuh jika mengalami stres berlebihan. Maka, mengelola stres itu penting sebagai salah satu cara mengatasinya. Bisa lakukan meditasi, olahraga rutin, dan istirahat yang cukup.

7. Konsumsi Obat-Obatan

Jika merasa gejala yang timbul cukup parah, segeralah untuk membatalkan puasa dengan minum obat maag, seperti antasida, antagonis H2, dan proton pump inhibitors (PPI). Dengan memperhatikan pola makan dan gaya hidup yang sehat selama berpuasa, kita dapat mencegah maag kambuh serta menjalani ibadah dengan lancar dan nyaman.

EDITOR: Edy Pramana