← Beranda

Pahami 4 Mitos Seputar Puasa Ramadhan dan Simak Fakta yang Sebenarnya

Ajilan Fauza FathayanieRabu, 13 Maret 2024 | 18.45 WIB
Ilustrasi menjalani ibadah puasa Ramadhan./ freepik/malik21nalik

JawaPos.com - Puasa Ramadhan merupakan salah satu praktik utama dalam agama Islam yang dilakukan oleh umat Muslim di seluruh dunia.

Selama bulan suci Ramadhan ini, umat Islam berpuasa dari fajar hingga terbenamnya matahari dan menahan diri dari makanan, minuman, dan aktivitas tertentu sebagai bentuk pengendalian diri, refleksi spiritual, dan penghormatan kepada Allah SWT.

Namun, meskipun praktik ini telah ada selama berabad-abad, masih banyak mitos yang muncul seputar puasa Ramadhan, salah satunya yakni hal-hal yang dapat membatalkan puasa Ramadhan.

Untuk menghindari kesalahpahaman dan memahami praktik puasa Ramadhan dengan lebih baik, penting bagi umat Islam untuk mengetahui fakta yang sebenarnya.

Dengan mengetahui peraturan dan pedoman yang benar, umat Islam dapat menjalankan puasa Ramadhan dengan penuh keyakinan dan penghormatan, serta menjauhi informasi yang salah atau mitos yang tidak berdasar.

Dilansir dari Beat O pada Selasa (12/3), berikut merupakan beberapa mitos seputar puasa Ramadhan dan fakta sebenarnya yang harus Anda Ketahui

1. Menggunakan parfum dan deodoran dapat membatalkan puasa (mitos)

Ada beberapa alasan mengapa beberapa individu menganggap bahwa menggunakan parfum atau deodoran dapat membatalkan puasa, meskipun ini adalah sebuah kesalahpahaman.

Salah satu alasannya ialah adanya kekhawatiran terkait bahan-bahan dalam parfum atau deodoran yang dapat diserap oleh tubuh melalui kulit dan pada akhirnya masuk ke dalam sistem tubuh, yang menurut mereka dapat mempengaruhi status puasa.

Namun, dalam praktiknya, bahan-bahan tersebut umumnya tidak diserap dalam jumlah yang cukup besar untuk membatalkan puasa, terutama jika digunakan untuk tujuan eksternal seperti penggunaan parfum atau deodoran.

Oleh karena itu, mitos bahwa menggunakan parfum atau deodoran dapat membatalkan puasa tidak memiliki dasar yang kuat secara ilmiah.

2. Merokok tidak membatalkan puasa (mitos)

Segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut atau tubuh, baik itu padat, cair, atau apapun di antaranya, dapat membatalkan puasa Anda.

Merokok adalah contoh yang jelas karena seorang perokok menghirup partikel yang mencapai paru-paru sehingga langsung membatalkan puasa.

3. Makan atau minum secara tidak sengaja dapat membatalkan puasa Anda (mitos)

Setiap Muslim dewasa diwajibkan berpuasa selama bulan Ramadhan. Namun, ada mitos umum bahwa makan secara tidak sengaja saat berpuasa Ramadhan bisa membatalkan status puasa tersebut.

Namun faktanya, itu tidak membatalkan puasa Anda kecuali dilakukan dengan sengaja. Jika Anda dengan sengaja atau secara disengaja mencoba untuk makan atau minum bahkan hanya tegukan air atau cairan lainnya, ini akan membatalkan puasa secara langsung.

4. Tidak sopan untuk makan atau minum di sekitar Muslim yang sedang berpuasa selama Ramadhan (mitos)

Pernyataan bahwa tidak sopan untuk makan atau minum di sekitar Muslim yang sedang berpuasa selama Ramadhan adalah sebuah mitos.

Meskipun secara etiket, disarankan untuk menahan diri dari makan di depan orang yang sedang berpuasa, hal itu bukanlah sesuatu yang dianggap tidak sopan secara mutlak.

Lebih penting lagi, non-Muslim juga memiliki hak untuk makan atau minum sesuai kebutuhan mereka, terutama jika mereka tidak berpuasa.

Jadi, tidak ada dasar untuk menganggap tindakan tersebut merupakan tindakan yang tidak sopan, terutama jika dilakukan dengan pengertian dan kepekaan terhadap orang-orang yang berpuasa.

EDITOR: Hanny Suwindari