← Beranda

Soal Aturan Pengeras Suara Masjid dari Kemenag, JK Sebut Dewan Masjid Indonesia Sudah Lakukan Sejak Lama

Nanda Pramudya Fadli IllahiSenin, 11 Maret 2024 | 05.36 WIB
Jusuf Kalla saat terpilih Kembali sebagai Ketua Umum DMI 2024-2029./(Istimewa)

JawaPos.com – Jusuf Kalla (JK) yang merupakan mantan wakil presiden RI sekaligus saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia mengatakan bahwa pengaturan pengeras suara masjid oleh pemerintah telah sesuai dan telah dilakukan oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) sejak lama.

Hal tersebut disampaikan oleh JK setelah melantik pengurus baru masjid Al Markaz, Makassar, pada hari Minggu (10/3).

Dirinya mengaku bahwa pihak DMI mengapresiasi kebijakan Kementerian Agama terkait aturan penggunaan pengeras suara masjid selama bulan Ramadhan.

Baca Juga: Jelang Ramadhan, Warga Eks Desa Mindi Porong Lakukan Tradisi Nyekar di Tanggul Lumpur, Begini Alasannya

Ia juga menerangkan jika ketentuan penggunaan pengeras suara masjid itu telah lama disuarakan oleh DMI.

“Sejak dulu kami di DMI itu mengharapkan dan mengatur bahwa sound system itu tidak terlalu banyak,” ujarnya seperti dilansir dari Antara.

Menurutnya, DMI telah lama mengeluarkan aturan terhadap seluruh masjid yang berada di bawah organisasi itu.

Baca Juga: Wajib Dicoba! Resep Kue Cubit Ala Belanda Mudah dan Praktis Cocok untuk Takjil Bulan Puasa Ramadhan

Beberapa aturan pengeras suara masjid itu antara lain saat melantunkan adzan, pengajian awal atau tahrim bahkan saat menyampaikan ibadah.

“Aturan itu berlaku saat adzan, pengajian awal itu 5-10 menit saja, tidak boleh lebih,” kata JK.

Bagi dirinya, tujuan penting mengatur pengeras suara masjid adalah karena kesyahduan.

Baca Juga: Anda Seorang Perempuan INFJ yang Bosan Menyendiri? Pahami 5 Tips Menghadirkan Cinta dalam Hidup Anda

Karena jika itu dilakukan oleh seluruh masjid dan bersamaan, maka kesannya terdengar seperti bersaing antar masjid.

“Ibadah itu syahdu, jika terlalu lama besar suaranya dan terdengar dari seluruh masjid dan berhadapan. Akan jadi seperti bersaing,” ucapnya.

JK juga menyampaikan seperti halnya ketika menyampaikan ceramah atau tausiah, jika suara diperdengarkan dengan keras justru tidak terdengar baik.

Baca Juga: WOW, Ternyata Puasa dapat Menyembuhkan Penyakit Asam Lambung atau Gerd Loh! Berikut Penjelasan dr. Didi Prastyo

“Suaranya justru tidak bisa dipahami dan kalua terlalu keras jangan-jangan orang tidak mau ke masjid lagi,” pungkasnya.

EDITOR: Hanny Suwindari