JawaPos.com - Ramadhan menjadi bulan yang amat ditunggu-tunggu oleh umat Muslim di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Salah satu yang dirindukan pada bulan Ramadhan adalah sholat Tarawih berjamaah di masjid setiap malam.
Sholat Tarawih berjamaah tidak hanya sunah dilakukan, namun juga menjadi ajang silaturahmi dan berbagi kehangatan bersama lingkungan sekitar selama bulan Ramadhan.
Namun, sesungguhnya bagaimana sejarah awal sholat Tarawih berjamaah pada bulan Ramadhan?
Dilansir dari website Baznas Yogyakarta, Jumat (8/3), sholat Tarawih memiliki sejarah dan asal usul yang amat panjang dan berasal dari zaman Rasulullah SAW.
Tercatat menurut sejarah, ibadah sholat Tarawih pertama kali dilakukan di Masjid Nabawi pada tahun 8 Hijriah.
Nabi Muhammad SAW awalnya melakukan sholat Tarawih sendirian pada awal bulan Ramadhan, kemudian diikuti oleh para sahabat pada malam kedua dan ketiga, dengan jumlah yang semakin banyak.
Baca Juga: Gara-gara Butuh Privasi, Iqbaal Ramadhan Berseteru dengan Ibunya
Namun memasuki hari keempat, Rasulullah SAW tidak lagi keluar rumah untuk melakukan sholat Tarawih di masjid.
Hal tersebut dijelaskan pada HR. al-Bukhari: 4/290, Rasulullah SAW bersabda:
“Sungguh aku telah melihat apa yang kalian lakukan, (sebenarnya) tiada yang menghalangiku keluar kepada kalian melainkan aku takut shalat tarawih diwajibkan atas kalian. Dan kejadian itu di bulan Ramadhan.”
Kemudian pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab, ibadah sholat Tarawih kembali dilakukan dengan lebih terorganisir.
Khalifah Umar bin Khattab meminta agar ibadah sholat Tarawih dilakukan secara berjamaah di masjid.
Awalnya sholat Tarawih dilakukan sebanyak 20 rakaat, kemudian jumlah tersebut diperpendek menjadi 8 rakaat dengan maksud menghindari kelelahan bagi umat Islam yang melaksanakannya.
Lalu, sebenarnya berapa jumlah rakaat sholat Tarawih yang dianjurkan dilakukan pada bulan Ramadhan?
Terdapat beberapa perbedaan pendapat hingga saat ini mengenai jumlah rakaat sholat Tarawih, antara lain 20 rakaat, 36 rakaat, dan 8 rakaat.
Baca Juga: Resep Sambal Tomat Awet Tanpa Pengawet, Bisa Dijadikan Persiapan Makanan Jelang Puasa Ramadhan
Kebanyakan ulama dari mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali berpendapat bahwa sholat Tarawih memiliki jumlah rakaat sebanyak 20.
Namun, sebagian ulama mazhab Maliki pula menyatakan bahwa sholat Tarawih dilakukan dengan 36 rakaat.
Kemudian, sebagian ulama mazhab Hanafi, seperti Imam Al-Kamal Ibnu al-Humam mengatakan, shalat tarawih berjumlah 8 rakaat.
Meskipun berbeda-beda, namun sholat Tarawih tetap menjadi salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan dilakukan oleh umat Islam selama bulan Ramadhan.***