JawaPos.com - Persiapan melahirkan merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan sebelum mendekati hari perkiraan lahir (HPL). Persiapan tersebut dilakukan dengan tujuan agar dapat membuat para Bunda menjadi lebih tenang saat menjalani proses bersalin.
Setiap perempuan hamil pasti berharap agar persalinannya berjalan dengan lancar dan normal. Namun karena minimnya pengalaman, para Bunda biasanya justru mengalami cemas dan takut berlebihan, sehingga membuat tidak percaya diri.
Lalu apa saja sih persiapan yang harus dilakukan Bunda sebelum bersalin? Mari ketahui tips persiapkan bersalin dengan memperhatikan ulasan berikut ini yang sudah dirangkum JawaPos.com dari Dinas Kesehatan Kota Semarang.
Memilih Dokter dan Tempat Bersalin yang Tepat
Langkah pertama dalam persiapan persalinan adalah menentukan dokter spesialis kandungan dan tempat yang akan dituju sebagai tempat bersalin.
Ada baiknya Bunda memilih bersalin di rumah sakit karena di sana sudah memiliki peralatan yang memadai, seperti misalnya bisa langsung melakukan operasi caesar apabila Bunda mengalami masalah saat ingin melahirkan secara normal.
Acuhkan Rumor Horor
Mendekati hari persalinan cobalah untuk membuang jauh semua pikiran cemas. Karena semakin rileks cara Bunda menyikapi situasi, maka dalam proses bersalin nantinya dapat meminimalisir rasa sakit.
Pola pikir yang positif menjadi kunci dari kesuksesan Bunda saat melahirkan. Bunda hanya perlu meyakini bahwa Bunda pasti bisa melahirkan sang bayi dengan selamat.
Menjaga Tubuh Tetap Bugar
Menjelang masa persalinan ada baiknya Bunda melakukan olahraga ringan agar nanti mempermudah proses bersalin. Cobalah untuk melakukan gerakan squat, berenang, jalan santai maupun senam hamil yang dianjurkan oleh dokter.
Daya tahan tubuh yang baik akan sangat membantu Bunda untuk menghadapi kontraksi, sehingga persalinan bisa berlangsung cepat tanpa membutuhkan epidural.
Persiapkan Proses Persalinan Secara Fisik dan Mental
Ada seorang Bunda dari AS yang berbagi kisah tentang pengalamannya saat melahirkan sang anak secara normal. Sebelum persalinan, dia membiasakan diri untuk berjalan sekitar 30 menit setiap hari dan melakukan yoga selama hamil.
Setiap hari dirinya juga membentuk pola pikir untuk percaya jika dia mampu melahirkan seorang anaknya. Pikiran mampu membuat dia lebih percaya diri untuk menghadapi masa kelahiran.
Pantau Berat Badan Selama Hamil
Saat hamil usahakan untuk selalu mencukupi kebutuhan nutrisi seperti karbohidrat, protein, vitamin, kalsium, dan mineral. Oleh sebab itu, biasakan makan dengan menu yang imbang sejak trimester pertama.
Perlu diperhatikan juga berapa penambahan kalori pada makanan yang dikonsumsi, karena kondisi overweight yang tidak terkontrol akan mengganggu kesehatan Bunda maupun janin, serta meningkatkan resiko komplikasi pada bayi, hingga nantinya menghambat persalinan.
Aktif di Kelas Persalinan
Kelas persalinan sangat membantu para Bunda untuk memahami proses kehamilan dan mempersiapkan diri untuk persalinan sebagai tahap pertama menjadi orang tua.
Di sana Bunda dapat membahas perasaan dan adaptasi yang dihadapi sejak awal hamil. Selain itu, juga berkesempatan untuk mempelajari teknis pernapasan yang benar, cara mengejan yang efektif, latihan yoga, hypnobirthing, metode Lamaze, perawatan bayi, dan sebagainya.
Konsumsi Raspberry
Raspberry memiliki kandungan antioksidan, vitamin C, dan asam ellagic yang diyakini dapat membantu mempersiapkan produksi ASI, mengurangi mual, dan nyeri ketika persalinan.
Cobalah untuk mengkonsumsi buah ini saat memasuki minggu ke-36 atau bulan kesembilan masa hamil.
Pijat Perineum
Pijat Perineum adalah pemijatan dan peregangan lembut pada kulit antara anus dan vagina (perineum) beberapa minggu jelang persalinan.Pemijatan ini berguna untuk meningkatkan elastisitas otot dan jaringan untuk terhindar dari robekan selama persalinan normal.
Pijat perineum ini sangat aman dan tidak berbahaya. Bunda dapat menggunakan extra virgin olive oil dan aromaterapi favorit sebagai minyak pijatnya. Pemijatan dapat dilakukan sejak usia kandungan memasuki minggu ke-34.
Pemijatan ini nantinya bisa menurunkan 16% dari kemungkinan untuk menerima tindakan Episiotomi demi melancarkan proses persalinan normal.
Dalam penelitian yang diterbitkan American Journal Obstetrics and Gynecology mengungkapkan bahwa pijat perineum selama masa kehamilan, bisa melindungi fungsi perineum paling tidak dalam 3 bulan pasca melahirkan.
Minum Sesendok Extra Virgin Olive Oil
Bagi para Bunda yang akan melahirkan, maka ada baiknya mengkonsumsi sesuatu yang kaya akan vitamin A, B1, B2, C, D, K, dan zat besi. Salah satunya adalah minyak zaitun yang memang dianjurkan diminum agar dapat mempercepat bayi lahir dan keluar dengan mudah.
Dua bulan jelang persalinan, rutinlah untuk meminum sesendok minyak zaitun asli setiap hari agar membantu peregangan dari dalam .
Gunakan Metode Active Birth Saat Persalinan
Saat berada di rumah sakit dan mulai merasakan kontraksi, Bunda hamil disarankan untuk bebas bergerak dan tetap aktif di ruangan bersalin agar bayi cepat “turun”. Duduk tegak juga akan membantu Bunda mempercepat persalinan.
Bunda juga bisa mencoba mengubah posisi dengan berlutut, berdiri atau berjongkok. Gerakan seperti ini membantu melebarkan panggul Bunda sehingga kepala bayi mudah keluar.
Hindari berbaring terus-menerus karena bisa mengakibatkan penurunan kekuatan dan frekuensi kontraksi, sehingga beresiko memperlambat persalinan. Selain itu, tekanan Bunda saat berbaring dapat membuat berkurangnya suplai oksigen ke bayi sehingga memperlambat denyut jantung bayi.
Baca Juga: 3 Masa Penting saat Pertama Kali Menjadi Ibu Hamil, Jangan Lupa Dicatat, Moms!
Mengejan Secara Efektif
Saat melahirkan nanti usahakan untuk mengejan dengan teratur. Disini Bunda harus mengikuti instruksi dokter dengan cermat. Sehingga, saat mendengar instruksi Bunda bisa langsung melakukan apa yang harus dilakukan..
Saat dokter menyuruh untuk mengejan, maka tariklah nafas yang panjang, mengejanlah dengan kuat sambil menghembuskan nafas, kemudian istirahat sambil bernafas pendek lewat mulut.
Dukungan Suami di Masa Persalinan
Bunda boleh meminta sang suami untuk menemani saat masa melahirkan. Ikatan bondingantara suami terhadap istri dan anak, dipercaya akan semakin kuat setelah terlibat langsung dengan seluruh proses persalinan.
Suami dapat memberikan bantuan besar, mulai dari mengurus administrasi rumah sakit, menguatkan istri di setiap level kontraksi, memberikan dorongan semangat selama persalinan, memotong tali plasenta, hingga menyambut kelahiran bayi dengan doa terbaik.
Keberadaan serta dukungan suami saat melahirkan penting bagi Bunda hamil. Dukungan ini sama pentingnya seperti peran suami saat istri sedang hamil. Jadi pastikan rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang Bunda pilih dapat mengijinkan suami mengikuti proses persalinan.
Namun jika sang suami berhalangan, maka posisinya dapat digantikan oleh orang tua, saudara perempuan, ataupun sahabat perempuan.
Cemas menjelang hari persalinan adalah hal yang wajar, namun Bunda tak boleh merasa cemas dan takut secara berlebihan. Tips persiapan persalinan ini semoga bisa membantu Bunda mengurangi rasa cemas dan bisa diperhatikan sebaik mungkin.