JawaPos.com – Bagi sebagian orang tua, mengatasi tantrum pada anak menjadi tantangan tersendiri. Pada usia-usia tertentu, anak kerap kali mengalami tantrum tidak hanya di rumah, namun juga saat di luar.
Tantrum pada anak adalah respons emosional yang kuat dan terkadang diluapkan dengan bentuk teriakan, kaki kaku, punggung melengkung, menendang, jatuh, memukul-mukul atau melarikan diri.
Tantrum dapat disebabkan oleh berbagai alasan, seperti kelelahan, lapar, frustasi, keinginan yang tidak terpenuhi, atau kesulitan dalam mengungkapkan perasaan mereka. Biasanya, hal ini kerap terjadi pada anak usia 1 hingga 3 tahun.
Namun, tantrum juga dapat saja terjadi pada anak yang lebih besar. Hal tersebut mungkin saja terjadi karena mereka belum mempelajari cara yang aman untuk mengungkapkan atau mengelola perasaan.
Baca Juga: Kartu Prakerja Gelombang 58 Sudah Dibuka, Yuk Simak Persyaratan dan Tata Cara Pendaftarannya
Dilansir dari laman Raisihingchildern.net.au (29/7), terdapat beberapa hal yang perlu diketahui orang tua untuk mengurangi kemungkinan terjadinya tantrum. Berikut diantaranya:
Cara Mengurangi Kemungkinan Tantrum
1. Orang tua sebisa mungkin membantu memahami emosi anak. Hal tersebut dapat dilakukan sejak lahir dengan menggunakan kata-kata perasaan seperti ‘bahagia’, ‘sedih’, ‘marah’, ‘lelah’, ‘lapar’ dan ‘nyaman’.
2. Identifikasi pemicu terjadinya tantrum pada anak apakah kelelahan, kelaparan, kekhawatiran, ketakutan, atau stimulasi berlebihan. Dengan mengidentifikasi pemicunya, anda akan lebih tahu tindakan apa yang akan dilakukan untuk mengatasinya.
3. Ajak mereka berdiskusi ketika sedang mengalami situasi yang sulit. Sebagai orang tua, penting bagi kita mendorong anak untuk dapat mengutarakan perasaannya. Hal itu dapat mengurangi rasa kekesalan dan belajar jujur pada diri mereka saat tengah alami kesulitan.
4. Bicarakan tentang emosi setelah mengamuk saat anak sudah tenang. Misalnya, 'Apakah Anda membuang mainan itu karena anda kesal karena tidak berfungsi? Apa lagi yang bisa anda lakukan?'.
Tips Meredakan Amukan Anak Pada Saat Tantrum
1. Pastikan keberadaan anak tidak mengganggu orang lain. Jika dirasa mengganggu orang lain, kita perlu untuk membawa anak ke tempat yang memiliki ruang cukup aman.
2. Setelah anak berada di tempat yang aman, akui dengan tenang emosi yang mereka ungkapkan dan bicaralah perlahan dan dengan suara rendah.
Baca Juga: Ketahui Manfaat Tempe Bagi Kesehatan, Namun Jangan Remehkan Bahayanya jika Dikonsumsi Berlebihan
3. Tetap diam bersama anak sampai mereka tenang. Sentuh atau tahan mereka jika mereka menginginkan, atau beri mereka lebih banyak ruang fisik jika mereka membutuhkannya.
4. Bersikaplah konsisten untuk tidak menyerah pada keadaan. Ini akan membantu anak Anda belajar bahwa amukan tidak membantu mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan.
5. Coba 'instruksi paradoks'. Ini berarti memberi izin kepada anak untuk berteriak sampai dia siap untuk berhenti. Misalnya, 'Kamu bisa berteriak lebih keras jika kamu mau. Ini taman yang besar dan kami tidak mengganggu siapa pun'.
6. Hibur anak saat mereka sudah tenang.