JawaPos.com - Tidak sedikit masyarakat yang meskipun giginya sudah rapi tapi menolak bila behelnya dicabut. Alasannya? Mereka merasa lebih fashionable bila mengenakan behel. Padahal, pemakaian behel yang tidak berdasarkan indikasi medis hanya membuat gigi tidak nyaman.
Hal itu diungkapkan oleh Spesialis Orthodonti Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan FKG Unair Prof Dr drg Thalca Hamid SpOrt (K) PhD. Padahal, sifat dari behel sendiri yaitu menarik gigi. Belum lagi aktivitas seperti makan menjadi terganggu. Karena potongan makanan yang dimasukkan dalam mulut harus lebih kecil dari biasanya, mengunyah harus lebih pelan, atau kawat bisa lepas.
Belum lagi risiko karies yang besar ketika seseorang yang memakai behel tersebut menjadi tidak telaten membersihkan kotoran dalam celah behel. . ’’Pasang behel itu proses, tidak langsung sekarang datang, besok dipasang. Memasang behel itu sama dengan menggerakkan gigi pelan-pelan. Dokter tidak boleh gegabah melewati proses sebelum pemasangan behel’’ lanjut dokter yang juga dosen FKG Unair tersebut.
Bila pasien tetap ngotot ingin behel, Thalca pribadi meminta pasiennya menandatangani surat perjanjian. Yang inti dari isinya adalah efek samping dari pemakaian behel berkepanjangan tidak ditanggung oleh dokter. ’’Saya sudah ingatkan berkali-kali, kalau giginya sudah rapi tidak perlu pakai behel,’’ tegasnya. (*)