← Beranda

Financial Checkup: Begini Cara Mengevaluasi Kondisi Keuangan dan Waspada Berapa Ciri yang Menunjukkan Kondisi Keuangan Anda Sedang Tidak Sehat

Shania Vivi Armylia PutriSelasa, 4 November 2025 | 17.29 WIB
Ilustrasi financial checkup/freepik

JawaPos.com - Financial check up atau evaluasi kondisi keuangan merupakan langkah penting yang sebaiknya anda lakukan secara rutin.

Biasanya evaluasi kondisi keuangan ini dilakukan di akhir bulan, dengan meninjau laporan keuangan pribadi.

Tujuannya adalah untuk mengetahui kondisi keuangan saat ini, sekaligus menentukan langkah tepat yang lebih efektif.

Seperti memutuskan untuk mengurangi pengeluaran, menekan perilaku konsumtif, atau justru meningkatkan jumlah investasi dan aset yang dimiliki.  

Selanjutnya, berdasarkan informasi dari laman /mediakeuangan.kemenkeu.go.id evaluasi keuangan juga dapat diamati melalui tanda-tanda nyata dalam kehidupan sehari-hari. 

Beberapa ciri yang menunjukkan kondisi keuangan sedang tidak sehat  antara lain kesulitan memenuhi kebutuhan pokok atau uang habis sebelum akhir bulan, utang yang semakin menumpuk, tidak memiliki dana darurat, pengeluaran lebih besar daripada penghasilan, kualitas hidup yang menurun, pengeluaran lebih besar daripada penghasilan, tidak memiliki tabungan jangka panjang, dan sering merasa cemas saat memikirkan utang. 

Oleh karena itu, evaluasi berkala pada kondisi keuangan menjadi penting untuk mengetahui langkah yang perlu diambil untuk menyelamatkan kondisi keuangan agar tetap stabil dan sehat.

Mengutip dari laman /linebank.co.i berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menilai keuangan anda.  

  1. Hitung total aset

Langkah pertama yang bisa dilakukan untuk mengevaluasi kondisi keuangan adalah menghitung seluruh aset yang dimiliki.

Anda bisa membuat daftar aset seperti perhiasan, rumah, tabungan, kendaraan, dan deposito.

Kemudian buat pula daftar utang yang masih berjalan. Setelah itu kurangi total jumlah aset dengan jumlah utang anda, untuk kondisi finansial dan sejauh mana perkembangannya.

  1. Tinjau kembali target keuangan tahun ini

Cek kembali apakah target keuangan anda di tahun ini sudah tercapai. Misalnya apakah  target menabung berjalan sesuai dengan rencana.

Jika belum maka anda bisa mengidentifikasi kembali apakah yang menjadi hambatan dan cari solusi agar tujuan finansial bisa tercapai dengan efektif pada periode berikutnya.

  1. Susun rencana investasi 

Penghasilan yang digunakan hanya untuk kebutuhan konsumsi tidak akan menambah jumlah aset yang dimiliki.

Oleh karena itu, anda perlu menyisihkan setidaknya 30% dari pendapatan untuk berinvestasi.

Pilih investasi yang sesuai, lalu lakukan evaluasi secara berkala. Apabila performanya kurang memuaskan, maka anda perlu mempertimbangkan untuk berpindah ke instrumen lain yang lebih menguntungkan untuk  pertumbuhan aset anda.

  1. Memulai pertimbangkan dana pensiun

Meskipun masih muda, mempersiapkan diri saat pensiun juga diperlukan. Dana pensiun akan menjadi penopang kebutuhan finansial di hari tua nanti.

Saat anda sudah tidak produktif dan tidak lagi bekerja. Perencanaan matang melalui dana pensiun bisa menjadi penyelamat dan memberikan rasa aman di masa depan.

  1. Perhatikan rasio utang

Rasio utang juga perlu diperhatikan untuk menjadi faktor penilaian kesehatan finansial. Catatlah seluruh tanggungan yang anda miliki seperti cicilan rumah, kredit kendaraan, dan pinjaman untuk modal usaha.

Rasio utang yang baik, tidak melebihi 30% batas aman, sehingga kondisi keuangan anda tetap stabil dan tidak terbebani utang yang berlebihan.

EDITOR: Hanny Suwindari