← Beranda

KDEI Taipei Optimis Raih Transaksi USD 1,2 Juta di Taiwan

afniJumat, 20 November 2015 | 12.17 WIB
Ilustrasi

JawaPos.com- Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei di Taiwan optimis mampu mencetak transaksi sebesar USD 1,2 juta di ajang Taiwan International Tea, Coffee, and Wine Expo 2015 yang digelar di Taipei, Taiwan.



Optimisme tersebut mengingat produk kopi Indonesia sangat populer selama pameran berlangsung dan menarik banyak kontak bisnis. Ketua KDEI Arief Fadillah menggunakan strategi baru dalam mendongkrak ekspor. "KDEI Taipei menggunakan strategi pendekatan pasar melalui pengamatan langsung kepada importir, kedai kopi, dan konsumen pecinta kopi Indonesia di Taiwan," tegas Arief, Kamis (19/11).



Tak heran, meski baru menguasai 6% pangsa kopi di Taiwan, KDEI Taipei optimistis pangsa ekspor kopi bisa ditingkatkan. Hal ini terlihat dari belum adanya tendensi penurunan ekspor kopi Indonesia. Ekspor kopi Indonesia ke Taiwan pada Agustus 2014 tercatat USD 12,73 juta dan meningkat 20% menjadi USD 15,24 juta pada Agustus 2015. Persentase kenaikan tersebut hanya sedikit di bawah persentase peningkatan ekspor kopi dunia ke Taiwan yang telah mencapai USD 91,76 juta.



“KDEI Taipei juga mengedukasi dan mempromosikan ‘Harumnya Kopi Indonesia: The Best Coffee in Earth’. Beberapa kegiatan yang telah dilakukan selama 2015, antara lain pertemuan intensif dengan asosiasi kopi Taiwan dan kunjungan rutin ke perusahaan kopi Taiwan,” jelas Arief.



Selain itu dilakukan pula promosi lokasi sentra produksi kopi melalui kegiatan “Taiwan Tour de Coffee” ke Jawa Timur dan Bali pada awal bulan Agustus lalu. Berbagai upaya ini membuahkan hasil optimal. "Selama tiga hari penyelenggaraan pameran, Paviliun Indonesia berhasil menarik sekitar dua ribu orang per harinya untuk mengetahui lebih banyak tentang kopi dan teh asal Indonesia. Para pengunjung yang ingin mencicipi, juga difasilitasi sesi cupping setiap hari selama 1 jam,” jelas Arief



Keikutsertaan Indonesia yang kedua kalinya ini diikuti 12 perusahaan nasional, terdiri atas 10 pengusaha eksportir kopi dan 2 perusahaan eksportir teh. Berbagai jenis kopi yang ditampilkan yaitu kopi Aceh Gayo, Mandheling, Sidikalang, Jampit, Kintamani, Flores, dan kopi Lampung dalam bentuk bubuk (powder), biji kopi yang belum disangrai (green bean), dan biji kopi yang telah disangrai (roasted). Sedangkan perusahaan eksportir teh menampilkan teh organik, berupa teh hijau (green tea), teh putih (white tea), teh melati (jasmine tea), dan teh dalam kemasan lainnya.



“Berkembangnya gaya hidup anak muda Taiwan yang makin mencintai kopi membuat pameran produk kopi makin diburu. Pameran ini juga dikunjungi para buyers dari berbagai belahan dunia, seperti RRT, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Eropa. "Kehadiran buyers dari berbagai negara merupakan peluang bagus untuk mempromosikan kopi dan teh Indonesia," katanya.



Taiwan International Tea, Coffee, and Wine Expo 2015 yang dibuka oleh Chairman of Taiwan Council of Agriculture dan Chairman of Taiwan Coffee Association tersebut diikuti sebanyak 603 perusahaan dari seluruh dunia dengan jumlah 1.514 booth. Dari jumlah tersebut, terdapat 168 pengusaha kopi berpartisipasi pada pameran ini dengan menempati 652 booth.(tny/JPG)

EDITOR: afni