Pertumbuhan likuiditas perekonomian atau uang beredar meningkat Rp 5.003,3 triliun. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan 10 persen (year-on-year) jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yaitu 9,3 persen.
Berdasar komponennya, peningkatan pertumbuhan uang beredar bersumber dari komponen uang beredar (17,3 persen) dan surat berharga selain saham (0,9 persen).
Pertumbuhan uang beredar dipengaruhi ekspansi operasi keuangan pemerintah pusat. Pada akhir 2016, operasi keuangan pemerintah pusat meningkat. Hal itu terlihat dari penurunan simpanan pemerintah pusat di perbankan. Tagihan untuk pemerintah pusat pada akhir Desember mencapai Rp 519,3 triliun.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Tirta Segara menyatakan, suku bunga kredit menurun sedangkan suku bunga simpanan berjangka bergerak bervariasi. Pada Desember 2016, suku bunga kredit tercatat 12,04 persen. Angka tersebut turun jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yaitu 12,16 persen.
Demikian halnya suku bunga simpanan berjangka dengan tenor 6 dan 12 bulan yang mengalami penurunan masing-masing 7,12 persen dan 7,4 persen pada bulan sebelumnya. Suku bunga deposito enam bulan mencapai 7,11 persen dan suku bunga deposito 12 bulan 7,31 persen.
Di sisi lain, suku bunga simpanan berjangka dengan tenor 1 dan 24 bulan meningkat daripada bulan sebelumnya. Yakni, dari masing-masing 6,36 persen dan 7,36 persen pada November 2016 menjadi 6,46 persen dan 7,38 persen. ''Suku bunga simpanan berjangka dengan tenor tiga bulan tidak mengalami perubahan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yaitu 6,69 persen,'' lanjut Tirta. (rin/c18/noe)