← Beranda

Peringati Hari Pahlawan, Begini Isi Pidato Bung Tomo yang Membakar Semangat Rakyat Surabaya Melawan Penjajah

Nahika Billah RabbaJumat, 10 November 2023 | 23.54 WIB
Bung Tomo berhasil membakar semangat rakyat agar tidak menyerahkan senjata dan terus berjuang demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

JawaPos.com -  Tepat hari ini (10 November), bangsa Indonesia memperingati sebuah peristiwa besar yang diabadikan menjadi Hari Pahlawan.

Peringatan tersebut menjadi suatu momentum untuk mengenang kembali perjuangan para pahlawan Indonesia yang telah berusaha sangat keras untuk mengusir para penjajah dari Indonesia.

Hari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal tersebut merujuk kepada puncak perlawanan rakyat Indonesia pada pertempuran di Surabaya yang meledak pada tanggal 10 November 1945.

Baca Juga: Intip Progress Renovasi Lapangan Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Untuk Pertandingan Piala Dunia U-17 2023

Rakyat Indonesia berhasil mempertahankan Kota Surabaya meski digempur oleh pasukan sekutu dari darat laut dan udara.

Perlawanan rakyat Surabaya tidak terlepas dari pidato yang digelorakan oleh Bung Tomo. Bung Tomo berhasil membakar semangat rakyat agar tidak menyerahkan senjata dan terus berjuang demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Lantas, bagaimana isi pidato Bung Tomo yang sangat berpengaruh terhadap perjuangan arek-arek Surabaya.

Baca Juga: Berikut Quotes dan Kata-Kata Mutiara Hari Pahlawan Nasional, Cocok Untuk Caption di Media Sosial

Mengutip  buku berjudul 'Bung Tomo' karya Abdul Waid, pada tanggal 10 November 1945. Bung Tomo menyampaikan orasi atau pidato di lapangan Banteng, Surabaya, dengan ribuan pemuda memadati lapangan pada saat itu.

Isi Pidato Bung Tomo yang Membakar Semangat Rakyat Surabaya Melawan Penjajah

Bismillahirrahmanirrahim.

MERDEKA!!!

Saudara-saudara rakyat jelata di seluruh Indonesia, terutama saudara-saudara penduduk kota Surabaya. Kita semuanya telah mengetahui bahwa hari ini tentara Inggris telah menyebarkan pamflet-pamflet yang memberikan suatu ancaman kepada kita semua. Kita diwajibkan dalam waktu yang mereka tentukan untuk menyerahkan senjata-senjata yang telah kita rebut dari tangan tentara Jepang.

Mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itu dengan mengangkat tangan. Mereka telah minta supaya kita semua datang pada mereka itu dengan membawa bendera putih tanda bahwa kita menyerah kepada mereka.

Saudara-saudara,

Di dalam pertempuran-pertempuran yang lampau kita sekalian telah menunjukkan, bahwa rakyat Indonesia di Surabaya, pemuda-pemuda yang berasal dari Maluku, pemuda-pemuda yang berawal dari Sulawesi, pemuda-pemuda yang berasal dari Pulau Bali, pemuda-pemuda yang berasal dari Kalimantan, pemuda-pemuda dari seluruh Sumatera, pemuda Aceh, pemuda Tapanuli, dan seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini, di dalam pasukan-pasukan mereka masing-masing dengan pasukan-pasukan rakyat yang dibentuk di kampung-kampung telah menunjukkan satu pertahanan yang tidak bisa dijebol, telah menunjukkan satu kekuatan sehingga mereka itu terjepit di mana-mana.

Hanya karena taktik yang licik dari pada mereka itu, saudara-saudara, dengan mendatangkan presiden dan pemimpin-pemimpin lainnya ke Surabaya ini. Maka, kita ini tunduk untuk memberhentikan pertempuran, tetapi pada masa itu mereka telah memperkuat diri dan setelah kuat sekarang inilah keadaannya.

Baca Juga: Bertepatan Hari Pahlawan, Jokowi Beri Tanda Bintang Jasa untuk Presiden FIFA Gianni Infantino

Saudara-saudara,

Kita semuanya, kita bangsa Indonesia yang ada di Surabaya ini, akan menerima tantangan tentara Inggris itu dan kalau pimpinan tentara Inggris yang ada di Surabaya ingin mendengarkan jawaban rakyat Indonesia, ingin mendengarkan jawaban seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini, dengarkanlah ini tentara Inggris, ini jawaban kita, ini jawaban rakyat Surabaya, ini jawaban pemuda Indonesia kepada kau sekalian.

Hai tentara Inggris,

Kau menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih untuk takluk kepadamu, kau menyuruh kita mengangkat tangan datang kepadamu, kau menyuruh kita membawa senjata-senjata yang telah kita rampas dari tentara Jepang untuk diserahkan kepadamu, tuntutan itu walaupun kita tahu bahwa kau sekali lagi akan mengancam kita untuk menggempur kita dengan kekuatan yang ada, tetapi inilah jawaban kita: selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih, maka selama itu kita tidak akan mau menyerah kepada siapa pun juga.

Baca Juga: Wujudkan Semangat Kepahlawanan! Berikut 5 Cara yang Bisa Dilakukan untuk Peringati Hari Pahlawan

Saudara-saudara,

Rakyat Surabaya, siaplah!

Keadaan genting!

Tetapi saya peringatkan sekali lagi, jangan mulai menembak, baru kalau kita ditembak maka kita akan ganti menyerang mereka itu. Kita tunjukkan bahwa kita ini adalah benar-benar orang yang ingin merdeka.

Dan untuk kita, saudara-saudara,

Baca Juga: Peringati Hari Pahlawan 2023, Wamenaker: Pahlawan Ajarkan Jangan Jadi Bangsa Pecundang

Lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka. Semboyan kita tetap: merdeka atau mati!

Dan, kita yakin, saudara-saudara,

Pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita sebab Allah selalu berada di pihak yang benar.

Baca Juga: Peringatan Hari Pahlawan, Wali Kota Eri: Masih Berjuang selama Ada Kemiskinan

Percayalah, saudara-saudara,

Tuhan akan melindungi kita sekalian.

Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar! MERDEKA!

EDITOR: Nicolaus