← Beranda

Viral Kisah Kek Abdul, Dikira di Kerangkeng Hingga Surat Bermaterai

Budi WarsitoSabtu, 19 Januari 2019 | 01.10 WIB
Abdul saat dirawat oleh petugas Puskesmas setempat.

Hanya ada lantai semen, piring plastik dan botol air mineral saat Abdul ditemukan. Untuk makan buang air, semua dilakukan Abdul dalam ruangan berukuran sekitar 2x2 meter yang diberi ventilasi dan berdinding seng.


Prayugo Utomo, Medan, Sumatera Utara


KISAH Abdul Jalil, laki-laki berusia 68 tahun viral di media sosial. Dalam judul foto dan video yang dibagikan, menyatakan Abdul ditelantarkan oleh anak kandungnya.


JawaPos.com pun mencoba menelusuri kabar tersebut. Dari penelusuran itu diketahui, sang kakek tinggal di kawasan Jalan Kolam Simsa, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas. Kediamannya tak jauh dari kanal besar penampung banjir di Medan.


Kediaman Abdul, berdekatan dengan sebuah warung kopi yang selalu ramai. Banyak juga pemukiman warga lainnya yang bertetangga dengan Abdul.


Kabar beredar, laki-laki tua akrab disapa Kek Abdul itu ditelantarkan oleh anak kandungnya Rahmadani, 28. Bahkan, ada yang mengatakan jika Kek Abdul sering mendapat perlakuan kasar dari sang menantu Kasmony.


Foto yang beredar juga sangat membuat darah mendidih. Abdul meringkuk dengan badan kurusnya. Ia meringkuk disudut ruangan dengan penerangan seadanya. Di dekatnya, ada sebuah piring plastik dan botol air mineral yang sudah mulai rusak.


Saat ditemukan, Kek Abdul dalam keadaan tanpa busana. Tak sehelai benang pun menempel di badannya. Dari keterangan tetangga sekitar, Kek Badul jarang diberi makan. Bahkan jika ada yang memberi, Ramadani langsung marah.


"Waktu itu ada orang situ yang mau kasih mie kepada kakek, tapi istrinya si Kas (panggilan suami Rahmadani) marah," ungkap seorang ibu yang tinggal tak jauh dari kediaman Rahmadani, Jumat (18/1).


Sebelum kabar Kek Abdul viral di mana-mana, pihak Kepala Lingkungan langsung melihat kondisi Abdul. Kepala Lingkungan XIII Harjosari II, Roinal Sinulingga langsung mendatangi rumah Rahmadani.


Saat Roinal datang, tidak ada orang di rumah. Roinal sempat menangis waktu mendengar kabar Abdul. Apalagi saat melihat Abdul dari ventilasi terali besi di pintu ruangan, Senin (14/1) malam.


Melihat kondisi Abdul, Roinal pun berkoordinasi dengan Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) setempat.


Namun Bhabinkamtibmas tidak datang. Dia sempat menghubungi Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar. Hal itu pun ditanggapi dengan memerintahkan personel Polsek Patumbak bergerak ke lokasi.


Setibanya disana, mereka langsung masuk ke dalam rumah dan memberikan pakaian kepada Abdul. Malam itu juga, Rahmadani pulang ke rumah. Dia sempat bingung melihat keramaian di rumahnya.


"Malam itu juga kita bawa ke klinik Pak Abdul. Pakai mobil polisi," ungkap Roinal saat ditemui JawaPos.com.


Saat di cek, Abdul ternyata memang menderita stroke. Sedangkan gula darahnya saat di cek masih normal.


Kata Roinal, kabar Kakek Abdul menjadi viral keesokan harinya. Foto-foto dan berita soal Abdul bertebaran di media sosial. Padahal malam itu juga, anak kandung Abdul sudah di mediasi oleh kepling, dan aparat setempat.


Rahmadani diminta membuat keterangan untuk tetap merawat Abdul dengan baik. Ia pun menandatangi surat bermaterai 6.000 dengan disaksikan Roinal dan aparat terkait.


Dalam perjanjian itu tertulis, jika nantinya di kemudian hari Abdul ditelantarkan, anaknya bisa terancam pidana. Karena saat diketahui tidak berada di rumah, aparat mengira Rahmadani ingin melarikan diri. Tapi ternyata, dugaan itu tidak benar.


Roinal juga memerintahkan puskesmas setempat untuk memeriksa Abdul secara rutin. Untuk biaya perobatannya gratiskan. "Kita juga sudah minta tempat itu di perbaiki oleh anaknya," ungkapnya.


Penelusuran yang dilakukan, juga menguak alasan kenapa Abdul harus diberikan tempat sendiri. Sebelumnya, Abdul memang berada di dalam kamar yang ada di rumah tersebut. Namun, saat stroke menderanya, Abdul kerap buang air sembarangan. Sehingga, dia harus ditempatkan sendiri. Agar lebih mudah membersihkan.


Soal Abdul yang tak diberikan pakaian, keluarga juga sudah memberikan klarifikasi. Saat itu, Abdul ternyata baru selesai dimandikan. Namun belum sempat diberi pakaian.


Kabar yang beredar, selama di tempat itu, Abdul dimandikan menggunakan selang. Namun kata Roinal, selang itu untuk membersihkan kotoran Roinal yang menempel di dinding.


Roinal pun mengungkapkan sedikit kecewa dengan foto Abdul yang viral di media sosial. Kata dia itu bertolak belakang dengan kenyataannya.
Ia bercerita, dari catatannya, Kasmony dan Rahmadani sudah tujuh tahun tinggal di kawasan itu. Dulunya, mereka diketahui tinggal di kawasan Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun. Tepatnya di Jalan Ksatria.


Sebelum sakit, Abdul masih sering bekerja sebagai tukang parkir di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Mandailing di Jalan B Katamso.


Laki-laki kelahiran Padang itu, diserang stroke sekitar September tahun lalu. Sejak itu juga, dia tidak bekerja lagi. Istrinya juga sudah lama meninggal. Sehingga, dia tinggal di rumah anaknya.


Abdul diketahui punya tiga anak. Rahmadani merupakan anak ke duanya. Kakak dan adik laki-lakinya, saat ini bekerja di Malaysia. Hanya Rahmadani yang merawat Abdul.


Selain mengurus sang ayah, beban Rahmadani juga bertambah karena harus mengurus tiga anaknya yang masih kecil-kecil. Anaknya itu pun dibantu suaminya untuk mengurus Abdul.


Yang sering memandikan Ayahnya adalah Kasmony. Abdul dimandikan, selepas dia pulang bekerja di bagian Kargo, Bandara Kualanamu, Kabupaten Deliserdang.


Roinal berharap, awak media mengklarifikasi langsung kabar viral yang tersebar. Jangan sampai, masyarakat menuding dengan tuduhan yang tidak benar.


Kini Abdul sudah mendapat perawatan. Roinal juga terus mengecek kondisi Roinal dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, Roinal sempat membelikan makanan yang diminta oleh Abdul.


"Kemarin Pak Abdul minta mie balap. Sudah saya belikan. Trus saya tanya, selama ini kakek di kasih makan? dijawabnya iya, bahkan dia pernah minta mie instan. Terus dikasih sama orang itu. Jadi kabar ditelantarkan itu dibantah sama Pak Abdul," tandasnya.

EDITOR: Budi Warsito