Faldi mulai berkenalan dengan music selector tiga tahun terakhir setelah mendengarkan lagu-lagu lawas milik orang tuanya. Kini dia membentuk Surabaya Selektor yang beranggota siswa SMA hingga mahasiswa.
MARIYAMA DINA, Surabaya
RITUAL Faldi dimulai saat senja. Dia sudah bersiap di depan satu set alat pemutar musik. Bentuknya mirip turntable DJ. Setelah mengutak-atik alat tersebut, pria asal Manado itu mulai memutar lagu-lagu hit Indonesia 1980-an.
Faldi adalah seorang music selector. Dia menyajikan musik yang murni hasil rekaman vinil, bukan digital. Bisa juga dengan kaset. Music selector memiliki kemampuan menata materi lagu menjadi playlist.
Menurut Faldi, dirinya tertarik pada lagu-lagu lawas berkat sang ayah. Ayahnya memiliki banyak sound system dan alat pemutar musik analog.
”Akhirnya, dari situ coba-coba nyetel lagu-lagu dari cassette tape punya papa. Lewat pemutar musik analognya yang juga udah disambung ke sound system,” ceritanya saat ditemui di Visma Art Gallery beberapa waktu lalu.
Dari rasa penasarannya itu, Faldi akhirnya jatuh cinta pada lagu-lagu lawas. Saat dia mulai menekuni dunia musik, tren memeriahkan sebuah event makin beragam. Salah satunya dengan mengundang music selector.
Dalam agenda pembukaan sebuah pameran di Surabaya beberapa waktu lalu, penyelenggara lebih tertarik mengundang Faldi sebagai seorang music selector. Para tamu yang hadir pun terlihat menikmati lagu-lagu lawas yang bisa mengajak mereka bernostalgia.
Namun, lagu-lagu lawas itu tidak hanya dinikmati orang tua. Kini anak muda juga mulai menggemari musik 80-an. Menurut Faldi, banyak anak muda yang mulai menyukai music selector. Tak terkecuali di Surabaya.
”Di Surabaya, kami bikin kayak sebuah wadah buat belajar jadi music selector bareng. Kami beri nama Surabaya Selektor,” jelasnya.
Anggota Surabaya Selektor adalah anak-anak muda Surabaya. Mulai siswa SMA hingga yang sudah berkuliah. ”Meski mereka bahkan belum lahir saat lagu-lagu itu hit, ya, banyak yang suka sama lagu-lagu lawas itu. Jadi, ini lebih menarik,” katanya.
Genrenya pun lebih variatif. Mulai reggae hingga dangdut. Dari situ, musik yang ditawarkan para music selector ini semakin beragam.
Faldi juga mulai memperkenalkan musik-musik lawas Indonesia ke luar negeri. ”Tiap akhir bulan biasanya sekitar tanggal 27–29, saya bakal ngenalin lagu-lagu Indonesia pilihan lewat siaran radio Hongkong. Dan, respons dari pendengar ternyata bagus,” ungkapnya.
Tanggapan positif itu memacu semangat Faldi untuk mendalami dunia music selector. Keunggulan lain, music selector lebih fleksibel. ”Kami mau bikin setlist kayak gimana pun bisa. Dan, main genre apa saja juga boleh. Kalau pemain musik seperti DJ, biasanya mereka akan lebih terbatas karena genrenya,” ungkapnya. (*/c14/aph)