JawaPos.com- Hindia resmi meluncurkan album barunya yang bertajuk Lagipula Hidup Akan Berakhir bagian pertama pada Jumat (7/7). Salah satu lagunya berjudul ‘Cincin’.
Lagu ini menjadi perhatian usai Baskara Putra, nama asli dari Hindia, memberikan penjelasan kepada warganet bahwa lagunya ditujukan untuk kekasihnya, Meidiana Tahir.
“Kami mungkin tidak selalu menjadi pasangan terbaik tetapi kami akan mencoba setiap hari. Tersandung dan kembali lagi, dan lagi. Semoga kamu ingat orang-orang yang kamu cintai setiap kali kamu mendengar lagu ‘Cincin’. Lagu ini didedikasikan untuk kekasihku @Meidianatahir” tulis Baskara Putra pada akun Instagram @wordfangs dikutip pada Jumat (7/7).
Baca Juga: Polemik Renovasi JIS, Pengamat: Harusnya Pemda DKI Bangun Sistem Transportasi Sebelum Stadion
Sebelumnya di album pertama, Baskara pernah membuat lagu berjudul ‘Rumah ke Rumah’ yang juga ditujukan untuk Meidiana.
Lagu 'Cincin' sendiri mengungkap isi hati Baskara kepada Meidiana. Video klipnya yang sudah tayang di YouTube pun menggambarkan tentang sepasang kekasih yang saling menyayangi satu sama lain.
Baca Juga: Dikatai 'Badan Ager-Ager', Kiky Saputri Malah Transfer Uang ke Haters
Namun, hubungan tak selamanya selalu indah. Akan ada fase-fase yang membuat hubungan percintaan menjadi renggang. Ketika sedang bertikai satu sama lain keduanya saling menurunkan ego agar hubungan kembali harmonis. Itulah yang makna diungkap dalam lagu ‘Cincin’ milik Hindia.
Berikut ini lirik lagu 'Cincin' dari Hindia:
Baca Juga: Persita Tangerang vs PSIS Semarang, Mencari Pelampiasan di Indomilk Arena
[Verse 1]
Kau bermasalah jiwa, aku pun rada gila
Jodoh akal-akalan neraka, kita bersama
Kau langganan menangis, lakimu muntah-muntah
Begitu terus sampai Iblis tobat dan sedekah
[Verse 2]
Terkadang rasanya leher terbakar hingga pagi
Seperti aku hidup berpasangan dengan api
Berhenti, ulangi, psikolog dan terapi
Aku isi bensin, kita coba lagi
[Pre-Chorus]
Tapi sebelumnya, sejuta sayang untukmu, cinta
Karena aku pun bola panas juga, kadang lebih atau sama parahnya
Dan jika bicara tentang masa depan, aku pun bingung, tak punya tebakan
Lagu cinta untuk akhir dunia, lihat kami nyanyikan ini bersama
[Chorus]
Semoga hidup kita terus begini-gini saja
Walau sungai meluap dan kurs tak masuk logika
Semoga kita mencintai apa adanya
Walau katanya sekarang ku bisa masuk penjara
[Post-Chorus]
Satu per satu, hari per hari
Yang menyakiti, benahi lagi
Perihal esok ‘tuk nanti dulu
Perihal cincin, kucari waktu
[Bridge]
Persetan kata siapa, mau bilang apa, tak guna
Mereka hanya tahu namamu, mereka takkan jadi diriku
Persetan aturan cinta, tak tertulis di atas batu
Apa kau ingin menjadi benar, atau ingin menjadi muda?
[Chorus]
Semoga hidup kita terus begini-gini saja
Walau sungai meluap dan kurs tak masuk logika
Semoga kita mencintai apa adanya
Walau katanya sekarang ku bisa masuk penjara
[Bridge]
Persetan kata siapa, mau bilang apa, tak guna
Mereka hanya tahu namamu, mereka takkan jadi diriku
Persetan aturan cinta, tak tertulis di atas batu
Apa kau ingin menjadi benar, atau ingin menjadi muda?
Lagu cinta untuk akhir dunia
Sekarang bantu aku nyanyikan ini bersama
[Chorus]
Semoga hidup kita terus begini-gini saja
Walau sungai meluap dan kurs tak masuk logika
Semoga kita mencintai apa adanya
Walau katanya sekarang ku bisa masuk penjara
[Outro]
Satu per satu, hari per hari
Yang menyakiti, benahi lagi
Perihal esok ‘tuk nanti dulu
Perihal cincin, kucari waktu