← Beranda

IHSG Ambruk, CELIOS: Batalkan Revisi UU TNI Bisa Redakan Pasar Sementara

R. Nurul Fitriana PutriSelasa, 18 Maret 2025 | 20.44 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (6/2/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan telah melakukan pembekuan sementara perdagangan (Trading Halt), pada Selasa (18/3), dipicu penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang lebih dari 5 persen. Menengok RTI Bussiness, IHSG berada di level 6.076 atau ambruk sebesar 6,12 persen atau 395,8 poin.

"Situasi pasar modal Indonesia sudah cukup lampu kuning. IHSG terlemah se Asia. Ini anomali saat sebagian besar indeks saham Asia hijau," kata Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira kepada JawaPos.com.

Koreksi pasar saham yang tajam tidak terlepas dari sentimen investor terhadap kombinasi faktor kinerja fiskal yang memburuk, RUU TNI, skeptisme terhadap tata kelola Danantara.

Di sisi lain daya beli masyarakat turun terkonfirmasi oleh impor barang konsumsi jelang Ramadhan minus 21,05 persen.

"Untuk sentimen hari ini tidak terlepas dari polemik revisi UU TNI berakibat sentimen negatif juga di market. Ada risiko TNI masuk jabatan sipil menurunkan daya saing ekonomi Indonesia, memperbesar konflik kepentingan dan celah korupsi," imbuh Bhima.

Diakui, memang ada faktor kebijakan proteksionisme Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengacaukan pasar saham di negara berkembang. Akan tetapi, lanjut Bhima, faktor domestik Indonesia punya andil lebih besar.

Kalau sampai trading halt berarti investor asing akan terus lakukan sell off. Pasar modal paskalibur Lebaran masih belum bisa dipastikan apakah akan ada rebound.

"Batalkan revisi UU TNI itu bisa redakan pasar sementara," tukas Bhima.

EDITOR: Estu Suryowati