← Beranda

Indodax Konfirmasi Adanya Peretasan, Pendirinya Klaim Siap Tanggung Kerugian Member

Rian AlfiantoKamis, 12 September 2024 | 00.46 WIB
Ilustrasi: Platform exchange aset kripto, Indodax mengalami peretasan. (Cyvers Alerts).
JawaPos.com - Indodax, salah satu pionir perdagangan aset kripto di Indonesia akhirnya mengkonfirmasi bahwa benar mereka mengalami peretasan atau hacking. Hal ini disampaikan langsung oleh salah satu pendiri Indodax, William Sutanto. 
 
Dirinya yang juga merupakan CTO atau Chief Technology Officer Indodax itu menyampaikan informasi mengenai peretasan Indodax di platform X (sebelumnya Twitter). Kejadian peretasan Indodax dikatakan terjadi pada Rabu (11/9) pagi.
 
"Halo member Indodax, saya ingin konfirmasi bahwa benar terjadi security incident pagi ini. Saat ini team sedang melakukan investigasi penuh untuk mencari tahu celah keamanan yang dieksploitasi. Untuk sementara semua fitur Indodax dihentikan, kami mohon maaf atas kejadian ini," kata William di akun X resminya.
 
Baca Juga: Kemenkeu Ungkap Kesiapan Anggaran Soal Rencana Tambah Kementerian Baru di Era Prabowo-Gibran
 
Terkait hal tersebut, William menyebut kalau pihaknya siap bertanggung jawab atas insiden siber yang menimpa platform rintisannya itu bersama Oscar Darmawan. 
 
"Kami masih dalam proses investigasi kasus ini. Untuk pengguna Indodax tidak perlu khawatir karena Indodax akan menanggung kerugian atas kasus hacking ini. Your assets are SAFU," lanjut William.
 
Sebelumnya diberitakan, peringatan adanya peretasan ini diumumkan perusahaan keamanan siber Cyvers Alerts melalui akun X. Pada Rabu (11/9), perusahaan tersebut mengungkapkan bahwa Indodax mengalami peretasan. Temuan tersebut merujuk pada adanya transaksi mencurigakan di platform Indodax.
 
Baca Juga: Ramalan Mingguan 9-15 September 2024 Keberuntungan Aspek Keuangan Dari Zodiak Aries Hingga Aquarius
 
"ALERT. Hey @indodax, sistem kami telah mendeteksi beberapa transaksi mencurigakan yang melibatkan dompet Anda di jaringan berbeda. Alamat mencurigakan sudah menampung USD 14,4 juta dan menukar token ke Ether,” tulis akun X @CyversAlerts.
 
Tak lama setelahnya, akun X tersebut menambahkan bahwa mereka menemukan lagi lebih dari 150 transaksi mencurigakan lainnya sehingga saat ini total kerugian akibat peretasan diperkirakan mencapai USD 18,2 juta atau setara dengan Rp 280 miliar lebih.
EDITOR: Bintang Pradewo