JawaPos.com - Sejumlah saksi mata yang melihat jatuhnya pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-610 menyebut mengaku mendengar saat pesawat terjatuh. Asap tebal juga sempat terlihat muncul.
Menjawab hal itu, Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto enggan membenarkannya. Dia menyerahkan keputusan tersebut kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
"Saya tidak berhak menjawab. Nanti ada tim KNKT," ujarnya dalam konferensi pers di Pantai Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10).
Dia menegaskan pihaknya fokus membantu melakukan pencarian korban. "Tugas kita membantu sepenuhnya pencarian korban ini berdasarkan yang ada," tuturnya.
Sebelumnya, Samin 53, nelayan yang saat itu sedang berlayar mencari ikan. Dia mengakui melihat langsung saat pesawat hendak jatuh. Disebutkannya kejadian itu terjadi pada pukul 07.00 WIB.
"Saat (pesawat) oleng liat. Pas jatuhnya enggak lihat. Kalau ledakan memang mendengar sama ada gumpalan asap tebal," ujarnya kepada JawaPos.com di Pantai Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10).
Pria asli Tanjung Pakis ini menyebut insiden kejadian pesawat jatuh jauh dari lokasi pengeboran milik Pertamina Hulu Energi (PHE) ONWJ.
"Jauh (lokasi kejadiannya)," tuturnya.
Hal senada juga diungkapkan Dadang, 52, warga yang sehari-harinya berjualan di Pantai Pakis ini juga mendengar suara ledakan saat pesawat terjatuh. Hanya saja dirinya tidak begitu jelas melihat asap yang keluar dari pesawat tersebut.
"Pas kejadian saya dengan suara ledakan. Saya pikir itu suara petir karena mendung. Kalau asep nggak begitu keliatan," tandasnya.