JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ada 10 komoditas yang paling banyak diusahakan oleh usaha pertanian perorangan (UTP), hasil dari Sensus Pertanian 2023 (ST2023). ST2023 adalah sensus pertanian ke-7 yang bertemakan 'Mencatat Pertanian Indonesia untuk Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani', yang dilaksanakan dari 1 Juni sampai 31 Juli 2023.
"Yang paling banyak diusahakan di Indonesia adalah padi sawah inbrida (32,08 persen), ayam kampung biasa (18,51 persen), sapi potong (13,91 persen), kelapa (10,64 persen), dan jagung hibrida (10,34 persen)," kata Sekretaris Utama Kepala BPS Atqo Mardiyanto, dalam paparan Hasil Pencacahan Lengkap Sensus Pertanian 2023 Tahap 1, Senin (4/12).
Selanjutnya yaitu kambing potong (9,31 persen), kelapa sawit (8,58 persen), ubi kayu (6,97 persen), karet (6,64 persen), dan padi sawah hibrida (6,03 persen). Persentase di atas merupakan rasio dari jumlah UTP yang mengusahakan komoditas tersebut dibandingkan total UTP di Indonesia.
Berdasarkan sebaran provinsi, komoditas pertanian yang paling banyak diusahakan di wilayah Pulau Jawa adalah tanaman pangan, khususnya padi sawah inbrida. Sementara itu, komoditas pertanian yang paling banyak diusahakan di wilayah Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan adalah komoditas perkebunan, khususnya kelapa sawit dan karet.
Sebaran UPB dan UTL
ST2023 juga mengumpulkan data sebaran perusahaan pertanian berbadan hukum (UPB) dan usaha pertanian lainnya (UTL) di Indonesia. Atqo menyampaikan bahwa jumlah UPB terbanyak terdapat di Provinsi Jawa Timur dengan jumlah 637 unit atau 11,17 persen dari total UPB di Indonesia.
"UPB paling sedikit ada di Provinsi Papua Tengah," katanya.
Provinsi Papua Tengah, menurut hasil ST2023, hanya memiliki 6 unit UPB atau 0,11 persen dari total UPB di Indonesia. Sedangkan di Provinsi Papua Pegunungan belum terdapat UPB.
Di Kalimantan, UPB paling banyak terdapat di Provinsi Kalimantan Barat dengan jumlah 427 unit. Sedangkan di Sulawesi, UPB paling banyak terdapat di Provinsi Sulawesi Tengah dengan jumlah 95 unit.
Di Sumatera, UPB paling banyak terdapat di Provinsi Sumatera Utara dengan jumlah 435 unit. Dan di Jawa, UPB paling banyak terdapat di Provinsi Jawa Timur (637 unit).
Di Bali-Nusra, UPB paling banyak terdapat di Provinsi NTB dengan jumlah 144 unit. Dan, di Maluku-Papua, UPB paling banyak terdapat di Provinsi Maluku dengan jumlah 33 unit.
"Di samping UPB juga ada UTL, usaha pertanian lainnya ini yang paling banyak ada di Jawa Tengah, 2.324 unit atau 17,98 persen dari UTL di Indonesia. Paling sedikit ada di Provinsi Papua Pegunungan dan Papua Selatan, masing-masing 2 unit," tutur Atqo.
Di Kalimantan, UTL paling banyak terdapat di Provinsi Kalimantan Barat dengan jumlah 392 unit. Sedangkan di Sulawesi, UTL paling banyak terdapat di Provinsi Sulawesi Tengah dengan jumlah 329 unit.
Di Sumatera, UTL paling banyak terdapat di Provinsi Sumatera Barat dengan jumlah 1.251 unit. Dan di Jawa, UTL paling banyak terdapat di Provinsi Jawa Tengah (2.324 unit).
Di Bali-Nusra, UTL paling banyak terdapat di Provinsi NTT dengan jumlah 536 unit. Dan, di Maluku-Papua, UTL paling banyak terdapat di Provinsi Maluku dengan jumlah 149 unit.