JawaPos.com – Semenjak bekerja, banyak orang yang mulai memutuskan uang yang mereka terima akan digunakan untuk apa dan bagaimana cara mengelolanya.
Tak sedikit seorang pekerja menghabiskan uangnya untuk hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan tersier seperti staycation, healing bersama teman kantor atau sekedar mengopi di Starbucks tiap jam makan siang.
Dan hal yang paling ditakutkan, ketika akhir bulan tiba, ternyata hanya tersisa beberapa lembar uang Rp 10.000 an di dompetnya.
Berbekal nekat, para pejuang cuan di sini akan berusaha menekan pengeluaran dengan sangat ekstrem di akhir bulan, agar sampai gajian tiba, dia masih bisa bertahan hidup dengan uang sekedarnya.
Alhasil, dana Investasi untuk mempersiapkan sesuatu di masa depan seperti dana pensiun, dana persiapan pernikahan, biaya Pendidikan anak, dan biaya masa depan lainnya tidak bisa dilaksanakan dengan baik.
Dengan melihat kondisi tersebut, berikut ini adalah beberapa tips untuk pemula dalam mengatur keuangan agar perencanaan keuangan di masa depan lebih teratur.
1. Ketahuilah sumber pemasukan dan Tabungan apa saja yang dipunya
Sebelum melakukan investasi, kamu harus tau sumber dana pemasukan tiap bulan yang kamu hasilkan dari mana saja dan berapa keseluruhannya.
Kemudian, tabungan yang telah kamu miliki, kamu harus tahu, apa rencana yang akan diimplementasikan dalam tabungan tersebut.
Setelah mengetahui keduanya, coba cari tahu tujuanmu menabung selama ini. apakah hanya untuk satu tujuan atau gabung dengan tujuan lainnya.
2. Kenali Tujuan Investasi
Sebaiknya, sebelum melakukan investasi, kamu harus tau apa tujuanmu berinvestasi sebelum memilih investasi yang random.
Tujuan investasi bisa seperti dana pensiun, biaya Pendidikan anak, biaya pernikahan, biaya bangun rumah, biaya beli motor, biaya beli laptop dan sebagainya.
Kamu bisa tentukan mulai sekarang sesuai dengan kebutuhan yang sedang kamu alami saat ini. agar kamu tahu apakah biaya tersebut untuk jangka panjang atau jangka pendek
3. Pilih Instrument Investasi yang Tepat
Ketika sudah menentukan tujuan investasi sesuai kebutuhan, kamu bisa mencari investasi yang sesuai dengan kebutuhanmu.
Untuk pemula akan disarankan menggunakan investasi reksadana dengan risiko rendah dan return yang rendah sehingga awal investasi tidak terlalu memikirkan saham mana yang akan dibeli.
Untuk investasi reksadana pun memiliki beberapa tingkatan risiko, seperti reksadana pasar uang dengan risiko dan return rendah.
Kemudian ada reksadana obligasi dengan return sedang begitu juga dengan risiko yang sedang juga, lebih tinggi dari reksadana pasar uang.
Di tingkat atas reksadana, ada reksadana saham yang memiliki risiko tinggi dengan return yang tinggi juga.
Keuntungan menabung di reksadana agar kamu tidak perlu pusing dana yang kamu investasikan dialokasikan di sukuk atau saham yang mana
4. Konsisten
Sebelum menabung dengan konsisten, jangan lupa untuk cek platform reksadana kamu, apakah sudah resmi dan dilindungi oleh OJK atau merupakan aplikasi abal-abal
Jangan pernah percaya kepada orang yang menawarkan investasi dengan return tinggi dan risiko yang rendah.
Yang terakhir adalah konsisten menabung akan membuatmu lebih mudah dalam mengelola keuangan yang baik.
Kemampuan untuk menahan godaan boros hari ini akan menyelamatkanmu dari kemiskinan dan kerancuan pengelolaan keuanganmu di masa depan.
***