JawaPos.com - Kecanggihan teknologi berdampak besar bagi perusahaan. Salah satu bukti yang dapat dilihat adalah saat sesi wawancara kerja. Sesi wawancara kerja kini dapat dilakukan dengan mudah melalui telepon.
Sehingga kandidat tidak perlu mendatangi perusahaan untuk menyelesaikan tahap yang satu ini. Artinya, sesi wawancara lebih efektif dan efisien dari sisi perekrutan, baik itu pihak perekrut maupun calon pekerja.
Sama seperti wawancara langsung, wawancara telepon juga tidak luput dari serangkaian persiapan untuk mendapatkan hasil maksimal. Agar hasilnya memuaskan, coba lakukan tips wawancara lewat telepon berikut ini seperti dikutip dari Cermati.com.
Wawancara pada Waktu Senggang
Jika Anda super sibuk, hindari membuat kesepakatan wawancara via telepon pada jam-jam sibuk. Sebab akan membuat pikiran Anda terbagi-bagi dan membuat tidak fokus.
Apabila waktu yang ditentukan oleh pewawancara tidak sesuai, jangan ragu untuk meminta penjadwalan ulang pada waktu senggang agar wawancara dapat berjalan efektif. Apabila jadwal baru telah disepakati, ingat dan catatlah tanggal tersebut.
Jangan sampai Anda harus melakukan penjadwalan ulang untuk kedua kalinya karena alasan sibuk. Sebaiknya selesaikan pekerjaan dari jauh-jauh hari agar tidak mengganggu wawancara kerja pada hari-H nanti.
Cari Informasi Mengenai Perusahaan
Dua atau tiga hari sebelum wawancara telepon dimulai, cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai perusahaan dan posisi yang dilamar, baik lewat brosur lowongan kerja maupun internet. Ketika pewawancara bertanya seputar profil perusahaan, Anda dapat menjawabnya dengan baik dan benar tanpa diselimuti rasa gugup dan takut.
Saat wawancara berlangsung, kandidat diperbolehkan untuk melihat contekan di internet. Meskipun begitu, Anda tetap harus menguasai profil singkat perusahaan agar proses wawancara dapat berjalan secara alami dan tidak terkesan kaku.
Siapkan Alat Tulis dan Catatan
Sebelum handphone berdering, persiapkan alat tulis dan catatan kecil di atas meja. Ketika wawancara berlangsung, Anda dapat mencatat nama pewawancara, jabatan, dan informasi penting lainnya.
Adapun pertanyaan yang sulit dijawab juga perlu dicatat sebagai bahan koreksi untuk diri sendiri pada wawancara berikutnya. Jaga konsentrasi Anda saat wawancara berlangsung.
Utamakan jawaban yang akan disampaikan kepada wawancara daripada menulis catatan. Menulis dalam konteks ini sifatnya kondisional saja, tidak perlu dilakukan apabila kondisinya tidak memungkinkan.
Berikan Jawaban Singkat, Padat, dan Jelas
Hindari menjawab pertanyaan yang diawali dengan bergumam 'hmmm', sepertinya, dan mungkin. Kata-kata ini terkesan mencurigakan dan dapat mengurangi nilai Anda di hadapan pewawancara.
Tanpa disadari, Anda pasti akan mengucapkannya saat wawancara berlangsung. Sekali dua kali tidak apa, tetapi jangan terlalu sering. Sebaiknya berikan jawaban yang singkat, padat, dan jelas.
Hilangkan rasa gugup dan takut agar Anda tetap rileks saat wawancara telepon berlangsung. Tarik napas panjang dan atur pernapasan setiap kali rasa takut dan gugup akan menghampiri.
Pastikan Pulsa Mencukupi
Wawancara telepon memang menguntungkan dari segi materi karena Anda tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi menuju perusahaan. Tetapi, Anda perlu membuat anggaran untuk membeli pulsa.
Memang, perusahaanlah yang akan menanggung seluruh biaya telepon karena mereka yang menelepon Anda. Walaupun begitu, pulsa tetap dibutuhkan untuk mengantisipasi sambungan telepon yang terputus.
Anda bisa berinisiatif untuk menelepon perusahaan. Kalaupun ingin missed call, tetap saja butuh pulsa agar panggilan bisa tersambung, bukan?
Lalu, jika ada hal-hal yang sebaiknya dilakukan bila akan melangsungkan wawancara kerja via telepon, maka ada juga hal yang wajib dihindari. Apa saja itu?
3 Hal yang Wajib Dihindari saat Wawancara Lewat Telepon
Menonaktifkan Nada Dering
Persiapkan diri Anda 30 menit sebelum wawancara telepon dimulai. Mulai dari menyiapkan catatan, alat tulis, dokumen penting, dan ponsel. Pastikan nada dering handphone telah diaktifkan.
Sehingga ketika ada panggilan masuk yang telah ditunggu-tunggu yakni dari pewawancara, Anda dapat segera mengangkatnya. Dengan demikian, pewawancara tidak perlu menunggu terlalu lama.
Menelepon di Tempat yang Ramai
Jika wawancara akan berlangsung di kantor, carilah tempat yang sepi saat mengangkat telepon yang berdering. Selain menghindari gangguan, cara ini aman agar pemimpin dan rekan kerja tidak tahu kalau sebenarnya Anda ingin mencari pekerjaan baru.
Cepat atau lambat, mereka pasti akan tahu memang. Tetapi lebih baik memberi tahu saat Anda benar-benar diterima bekerja di perusahaan baru untuk menghindari adanya ejekan atau sindiran akibat adanya kemungkinan kegagalan.
Menanyakan Gaji
Jangan pernah menyinggung soal gaji. Biarkan pewawancara yang membuka pembahasan mengenai topik ini terlebih dahulu. Sebaiknya perbanyak mencari informasi seputar gaji agar Anda dapat menyampaikan gaji yang sesuai dengan posisi yang dilamar apabila pewawancara menanyakannya saat wawancara telepon berlangsung.
Wawancara Telepon Tidak Sulit tapi Jangan Disepelekan
Wawancara telepon tidak sesulit wawancara langsung karena Anda tidak perlu memikirkan tentang cara berpakaian dan bahasa tubuh. Meskipun tidak sulit, tetapi jangan pernah menyepelekannya. Karena apa pun yang dianggap sepele, pada dasarnya tidak akan membuahkan hasil yang maksimal.