JawaPos.com - Layanan GRAB di Balikpapan, Kalimantan Timur sempat terhenti pada Kamis (4/4) lalu. Seluruh mitranya baik roda dua (GRAB Bike) maupun roda empat (GRAB Car) melakukan aksi off bid. Ratusan mitra pengemudi GRAB menyampaikan kekecewaan kepada sistem dan manajemen aplikator asal Malaysia itu.
Bermula dari keresahan para mitra GRAB di Balikpapan atas kebijakan yang diputuskan oleh GRAB. Pengumuman kebijakan itu diwakili oleh Hendrik selaku pimpinan GRAB di daerah tersebut.
Salah satu pengemudi GRAB Bambang yang ikut aksi tersebut mengatakan penentuan kebijakan tidak pernah melibatkan para mitra. Kebijakan juga seringkali berubah-ubah.
Maka, kata dia, dalam aksi tersebut disampaikan tujuh tuntutan. Pertama, para pengemudi meminta keadilan perihal penyesuaian insentif diamond 300 = Rp 150.000.
Kedua, mereka meminta adanya pembakuan skema perhitungan insentif. Jadi insentif yang diberikan kepada mitra tetap atau tidak berubah-ubah.
"Ketiga, menaikkan poin GRAB Express menjadi 15 poin," ujarnya dalam siaran persnya, seperti diberitakan Jumat (5/4).
Keempat, lanjutnya, mereka meminta GRAB untuk segera menambahkan layanan Gecod, gshop, dengan pemberian insentif 20 per orderan.
Kelima, melibatkan mitra atau perwakilan komunitas dalam setiap kali pengambilan keputusan. Keenam menghentikan mutasi driver dari luar Balikpapan.
"Ketujuh penghilangan insentif low fare. Terakhir yang paling penting adalah soal asuransi," tuntasnya.
Soal asuransi itu, menurut Bambang, sangat penting untuk para mitra. Merupakan bagian dari bentuk kepedulian kepada kesejahteraan mitra dan tidak sekadar mengambil keuntungan dari kerja kerasnya.