← Beranda

BNBR Bukukan Pendapatan Rp 1,96 triliun pada Semester I/2023, Tumbuh 52,01 Persen

R. Nurul Fitriana PutriSenin, 31 Juli 2023 | 15.57 WIB
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mencatat meraih pendapatan bersih sebesar Rp 1,96 triliun sepanjang Semester I/2023 atau naik 52,01 persen.

JawaPos.com - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mencatat meraih pendapatan bersih sebesar Rp 1,96 triliun sepanjang Semester I/2023 atau naik 52,01 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya. BNBR juga mencatatkan laba usaha sebesar Rp 133,41 miliar. Nilai tersebut tumbuh sebesar Rp 105,76 miliar atau 383,03 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) dari laba usaha pada periode sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 27,6 miliar.

Torehan kenaikan pendapatan bersih ini ditopang oleh catatan positif pendapatan sejumlah unit usaha Perseroan, antara lain PT Bakrie Metal Industries (BMI) Group sebesar Rp 1,12 triliun, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) Group sebesar Rp 642,19 miliar, PT Bakrie Indo Infrastructure (BIIN) Group sebesar Rp 202,86 miliar dan PT Bangun Bantala Indonesia (BBI) sebesar Rp1,35 miliar.

Direktur Utama dan CEO BNBR, Anindya N. Bakrie menyatakan, pencapaian prestasi ini merupakan hasil kerja keras semua pihak.

“Menutup semester I/2023, kami bersyukur bahwa kerja keras, langkah efisiensi, dan pilihan pengembangan usaha baru yang tepat telah membuahkan kinerja positif bagi Perseroan," kata Anindya N Bakrie dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (31/7).

"Ke depan, raihan ini kami optimis akan berlanjut sejalan dengan akselerasi proyek-proyek penting yang terus dikembangkan,” sambungnya.

Lebih lanjut, hingga semester I/2023 ini Perseroan juga terus mengembangkan proyek strategis, antara lain di sektor elektrifikasi transportasi yang secara khusus dikembangkan oleh anak usaha BNBR, yakni PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR). Selain itu, BNBR juga tengah mempersiapkan ekspansi untuk proyek-proyek di sektor energi baru dan terbarukan
lainnya.

“Meski demikian, sektor manufaktur memang masih menjadi penyumbang utama, diikuti sektor otomotif yang di dalamnya termasuk pendapatan dari penjualan bus listrik oleh VKTR,” jelas Anindya Bakrie.

Di sektor otomotif, pendapatan PT VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR) secara konsolidasi meningkat 14,5 persen berasal dari peningkatan revenue di PT Bakrie Autoparts (BA) Group 28,7 persen, dan penjualan bus listrik sebesar Rp 99 miliar atau terjual sebanyak 22 unit.

Kontributor utama masih berasal dari sektor manufaktur pipa baja, yaitu dari PT Bakrie Pipe Industries (BPI) sebesar Rp 1,09 triliun dan PT South East Asia Pipe Industries (SEAPI) sebesar Rp 35,07 miliar dan PT Bakrie Construction (BCons) sebesar Rp 782 juta.

"Meski demikian, kami bersyukur bahwa proyek strategis seperti VKTR terus memberikan kontribusi positif terhadap kinerja Perseroan,” ungkapnya.

Dia mengatakan, sejumlah unit usaha BNBR berhasil menorehkan prestasi menggembirakan sepanjang semester I/2023. PT Bakrie Pipe Industries (BPI) contohnya, mampu mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1,09 triliun, atau naik 100 persen dibanding pendapatan di periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 547,16 miliar.

Kenaikan pendapatan BPI mayoritas berasal dari order sektor migas sebesar Rp 515 miliar, naik sebesar Rp315 miliar dibanding periode sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 199,6 miliar. Adapun dari sektor kelistrikan dan General Market menyumbang pendapatan sebesar Rp 578,8 miliar, naik Rp 231 miliar dari Rp 147,6 miliar di periode sama di tahun sebelumnya.

Selain itu, pendapatan PT South East Asia Pipe Industries (SEAPI) naik sebesar 30,2 persen terutama berasal dari Tridaya Esa Pakarti sebesar Rp 19,5 miliar, dari sektor migas Rp 7,7 miliar, dari Elnusa Fabrikasi Konstruksi Rp 5,5 miliar, dan dari Jaya Semanggi Enjinering sebesar Rp 1,8 miliar.

Pendapatan PT Bakrie Autoparts naik 28,7 persen, dari Rp 422 miliar di tahun sebelumnya menjadi Rp 543,2 miliar di semester I/2023. Hal ini terjadi terutama karena adanya kenaikan volume penjualan.

"Kenaikan ini berasal dari wholesale ATPM khususnya
Mitsubishi dan Hino yang naik 36 persen menjadi 11,9 Kton sedangkan dari pasar suku cadang turun 3 persen (530 ton)," tandasnya.

EDITOR: Edy Pramana