← Beranda

Buat Bayar Utang, Cadangan Devisa Indonesia pada Juni 2023 Turun jadi USD 137,5 Miliar

R. Nurul Fitriana PutriSabtu, 8 Juli 2023 | 04.38 WIB
Peningkatan cadangan devisa dipengaruhi oleh penerimaan devisa dari pajak dan hasil ekspor migas bagian pemerintah
JawaPos.com - Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa (cadev) Indonesia menurun pada Juni 2023 menjadi USD 137,5 miliar. Sedikit turun dibandingkan dengan Mei 2023 yang sebesar USD 139,3 miliar.
 
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengungkapkan, penurunan posisi cadev tersebut antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri (ULN) pemerintah. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
 
"Bank Indonesia menilai bahwa cadangan devisa tersebut tetap mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," kata Erwin dalam keterangan resmi, Jumat (7/7).
 
Ke depan, kata Erwin, Bank Indonesia memandang cadangan devisa akan tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga.
 
"Seiring dengan respons bauran kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tandasnya.
 
Sebelumnya, cadev Mei 2023 tercatat sebesar USD 139,3 miliar angka tersebut menurun dibandingkan dengan posisi pada akhir April 2023 sebesar USD 144,2 miliar.
 
Penurunan posisi cadangan devisa tersebut antara lain dipengaruhi oleh kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah dan antisipasi kebutuhan likuiditas valas perbankan sejalan dengan meningkatnya aktivitas perekonomian.
EDITOR: Estu Suryowati