JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sepanjang November 2017 sebesar 0,20 persen, sementara inflasi tahunan (year on year) tercatat sebesar 3,30 persen. Bulan lalu, BPS mencatat terjadi inflasi sebesar 0,01 persen.
Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan, sejumlah komoditas seperti cabai merah, bawang merah dan beras menjadi salah satu penyumbang inflasi November. Secara umum, seluruh kelompok pengeluaran pada November mengalami inflasi. Bahan makanan menjadi kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tertinggi yakni sebesar 0,37 persen.
"Andilnya adalah 0,09 persen. Ada komoditas yang memberikan andil pertama adalah cabe merah. Andilnya 0,06 persen. Kemudian beras kenaikannya tipis sekali. Tapi karena bobot 3,75 jadi andilnya 0,03 persen kemudian bawang merah 0,02 persen," kata Suhariyanto di Gedung BPS, Jakarta, Senin (4/11).
Dia mengungkapkan, penyebab terjadinya inflasi pada November karena adanya kondisi iklim yang tengah tak kondusif. Hal itu mendorong kenaikan harga pada komoditas tersebut.
"Kenaikan cabai merah dan bawang merah itu karena musim. Kan hujan besar," tuturnya.
Sementara itu, komoditas seperti bawang putih justru mengalami deflasi. "Ada beberapa komoditas bahan makanan yang membuat deflasi itu bawang putih," pungkasnya.