JawaPos.com - Mimpi swasembada garam yang dicanangkan pemerintah pada 2020 mendatang rasanya sulit terealisasi. Pasalnya, kondisi alam dan lingkungan Indonesia masih belum memungkinkan untuk produksi garam secara masif.
Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Panggah Susanto mengatakan, masyarakat perlu diedukasi perihal kemampuan Indonesia dalam swasembada garam.
"Memang pantainya kuat, lautnya luas tapi garam ini memerlukan persyaratan tidak hanya pantai, tapi curah hujan bagaimana, kekeringan udaranya bagaimana. Banyak faktornya," ujarnya di Jakarta, Jumat (19/1).
Menurutnya, wajar jika Indonesia tidak bisa melakukan swasembada garam. "Yang betul-betul ada potensi, itu yang harus dijaga," tuturnya.
Ia berharap kedepannya kementerian terkait sepakat untuk memberi kemudahan impor garam untuk industri. Menurutnya, keinginan untuk swasembada pangan bisa saja diwujudkan ketika Indonesia telah benar-benar siap dari segala aspek.
"Ya kayak dulu lagi aja, industri di bebasin aja. Nanti cita-cita untuk garam industri kalau sudah betul-betul bagaimana kemampuan ini kita buat. Ngapain kita buat kalau jadi mahal," tandasnya. (Hap/Hana)