JawaPos.com - PT Angkasa Pura 1 (Persero) (AP 1) pada tahun ini menargetkan alih kelola tiga bandara, yaitu Bandara Syukuran Aminuddin Amir (Luwuk), Bandara Sentani (Jayapura), serta Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto (Samarinda Baru), Kalimantan Timur. Direktur Utama AP 1 Faik Fahmi mengatakan, satu bandara akan dikembangkan dengan menggunakan skema Penanaman Modal Negara (PMN) dan dua lagi menggunakan skema kerja sama operasi (KSO).
"Kalau Luwuk, kami harapannya PMN. Tapi, kalau yang Samarinda Baru dan Sentani, kerja sama pengoperasian," kata Faik di Bontang, Kalimantan Timur, Minggu (28/10) malam.
Adapun kebutuhan investasi untuk pengembangan ketiga bandara itu ditaksir mencapai Rp 550 miliar. Faik merinci, sebesar Rp 300 miliar untuk Bandara Sentani, sekitar Rp 190 miliar untuk Bandara APT Pranoto atau Samarinda Baru, serta sebesar Rp 60 miliar untuk Bandara Luwuk.
Dia menambahkan, AP 1 sebenarnya mempertimbangkan untuk mengembangkan lebih banyak bandara, di antaranya Bandara Domine Eduard Osok (Sorong), Bandara Internasional Juwata (Tarakan), serta Bandara Maratua (Berau).
"Tapi sementara tiga dulu (tahun ini). Pak Menteri (Menhub) bilang, ini diselesaikan dulu tahun ini, kalau semua bisa berjalan, smooth, nanti akan lanjut ke bandara lain," ucapnya.
Pada Kamis (25/10) lalu, Presiden RI Joko Widodo telah meresmikan dua bandara yakni Bandara APT Pranoto, Samarinda serta Bandara Maratua, Berau. Presiden Jokowi menargetkan bandara APT Pranoto bisa segera beroperasi dalam dua pekan setelah peresmian.
Faik mengatakan, saat ini pihaknya telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Perhubungan, serta UPT Samarinda terkait KSO pengelolaan Bandara APT Pranoto.
"Jadi, nanti untuk tahap awal pengoperasiannya, kami akan operasikan bersama. Kerja sama operasi, sambil secara paralel hal yang belum lengkap akan kami lengkapi," imbuh Faik.
Lion Air Maskapai Perdana
Sementara itu, Faik mengatakan, hingga saat ini sudah ada beberapa maskapai yang berniat membuka rute penerbangan dari dan ke Bandara APT Pranoto. Namun, maskapai yang pasti sudah mendapat slot terbang yakni Lion Air.
"Sementara Lion Air (yang sudah pasti). Tapi Garuda juga akan upayakan dalam dua minggu ke depan bisa terbang langsung Cengkareng-Samarinda," ucap Faik.
Menurut Faik, saat ini Garuda Indonesia telah mengajukan slot ke Kementerian Perhubungan, namun belum keluar. Faik berharap, slot untuk Garuda Indonesia keluar dalam dua minggu ke depan.
"Garuda sudah mengajukan slot, tapi yang Lion ini sudah dapat slot. Saya targetkan dalam dua minggu (Garuda) juga sudah bisa dioperasikan pakai (Boeing) 738 dari Cengkareng ke Samarinda," tegasnya.
Sementara itu, Faik menambahkan, maskapai berlogo singa merah akan memulai penerbangan pada 1 November 2018, dengan rute Cengkareng-Samarinda, Surabaya-Samarinda, dan Makassar-Samarinda.
"Tiga slot itu per 1 November. Rencana penerbangan perdana per 1 November dengan Lion Air," tutur Faik.
Sebagai informasi, Bandara APT Pranoto merupakan pengganti Bandara Temindung yang sudah tidak bisa dikembangkan lagi. Bandara APT Pranoto memiliki ukuran landas pacu atau runway sepanjang 2.250 m x 45 m, taxiway berukuran 173 m x 23 m, dan apron berukuran 300 m x 123 m.
Adapun di sisi darat telah dibangun gedung terminal seluas 12.700 meter persegi dengan kapasitas 1,5 juta penumpang (pax) per tahun, serta gedung hanggar seluas 36.342 meter persegi.