JawaPos.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan menargetkan pembangunan 1.000 kilometer (km) jalan tol dari 2015-2019. Di 2017, tercatat sudah 332,6 km jalan tol yang telah diresmikan.
"Sampai tahun ini, yang diresmikan sepanjang 332,6 km di akhir tahun 2017. Pada 2015 lalu, telah diresmikan 132 km jalan tol. Lalu, 2016, sepanjang 176 km," ujar Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR, Endra Saleh Atmawidjaja, di Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (29/1).
Dia menjelaskan, pada 2015-2016, ada tambahan 44 km jalan tol yang diresmikan. Lalu, dari tahun 2016 ke 2017, PUPR meresmikan 156 km jalan tol sehingg jika ditotal menjadi 332,6 km.
"Sementara pada 2018, kita akan menambah 615 km sehingga realisasi kita di akhir Desember nanti, PUPR akan meresmikan 947 km jalan tol," tambahnya.
Endra mengatakan, pada 2018 ini, 69 km dari 615 km jalan tol akan dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sementara, sisanya berasal dari badan usaha dan non-APBN.
"Tapi ini realisasi. Bila tidak tercapai bukan berarti kita gagal," jelasnya.
Lebih lanjut, Endra menambahkan, pembangunan konstruksi adalah proyek berkelanjutan. Bila dilihat proyek yang dikerjakan belum layak untuk diresmikan, maka peresmiannya akan diundur untuk menjaga kualitas dari pembangungan tersebut.
"Jadi ini tidak seperti kita menyebarkan kartu. Konstruksi adalah pekerjaan menerus. Bila kita anggap tidak layak ya tidak kita resmikan dulu," terangnya.
Namun, ia optimis pembangunan ini akan tercapai. Hal ini terbukti dari target rencana strategis (renstra) pembangunan jalan tol pada 2015-2019 yang berdasarkan APBN adalah 1.000 km, namun PUPR memproyeksikan akan menyelesaikan 1.850 km.
"APBN kan 1.000 km, malah kita optimis bisa tercapai. PUPR sendiri punya proyeksi 1.850 km dan yang on-going ada 1.200 km. Jadi, bila ada ketelatan, itu bukan kegagalan proyek, tapi hanya menggeser waktunya sedikit," tutupnya.