JawaPos.com - Pohon tumbang dan longsor menerjang jalan Aceh-Medan, tepatnya di Desa Jontor, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, Aceh. Akibat kejadian tersebut jalur tidak bisa dilalui dari kedua arah.
"Iya, telah terjadi longsor badan jalan dan pohon tumbang," kata Kasat Lantas Polres Aceh Singkil AKP Syukrif Panigoro dihubungi JawaPos.com, Senin (19/3).
Syukrif mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 18.30 WIB, Minggu (18/3). Tak berselang lama petugas BPBD, Pekerjaan Umum (PU) Kota Subulussalam, Personil TNI dan Polsek Penanggalan dibantu warga langsung terjun ke lokasi membersihkan jalan.
"Alat berat yang diturunkan saat ini masih bekerja untuk membersihkan pohon yang tumbang dan juga menggunakan mesin sinsaw. Arus lalu lintas masih terputus total hanya kendaraan roda dua yang bisa melintasi," jelas dia.
Dia menyebutkan, pembersihan jalur tersebut terus dilakukan pihak terkait agar jalur penghubung kedua arah ini segera bisa dilalui. Namun petugas di lapangan mengalami kesulitan untuk membersihkan lebih 100 pohon yang membentang di jalan.
"Akibat kayu yang tumbang melintang dan tergantung di atas badan jalan. Jumlah pohon kayu yang tumbang ke badan jalan ratusan batang. Situasi sampai saat ini masih terkendali," ujarnya.
Ia menjelaskan, longsor terjadi disebabkan curah hujan yang sangat tinggi. Longsor juga disertai ratusan pohon ikut tumbang dan mengakibatkan arus lalu lintas di jalur ini terganggu.
"Sebagian jalan yang masih ada sisa-sisa longsor. Untuk sementara jalur Subussalam, Aceh-Medan, Sumut kami tutup total sementara.Antisipasi terjebak di tengah kemacetan dan longsor susulan," terangnya.
Satlantas Polres Aceh Singkil mengimbau para pengguna jalan agar berhati-hati dan mengutamakan keselamatan dalam berlalu lintas. Mereka juga diminta tidak egois dan tidak saling mendahuli ketika melintas supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan dan arus tetap lancar.
"Sekiranya masih macet agar berhenti di tempat-tempat yang aman, jauh dari lokasi berpotensi longsor," tandasnya.