JawaPos.com - Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda tiga Provinsi, yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, berdampak besar terhadap Infrastruktur kelistrikan di sana.
Akibatnya, ribuan rumah warga mengalami pemadaman listrik dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Hal ini menjadi perhatian PT PLN (Persero) selaku perusahaan negara yang bertanggung jawab atas penyediaan listrik.
Di sini, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, mengirimkan 84 teknisi kelistrikan ke Aceh. Mereka bahu-membahu memulihkan gardu listrik di provinsi paling Timur di Indonesia.
General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir mengatakan ini adalah bentuk solidaritas dan komitmen PLN dalam menjaga keandalan pasokan listrik nasional, terutama pasca bencana seperti di Aceh dan Sumatera.
“Personel yang diberangkatkan merupakan tenaga ahli yang memiliki spesialisasi dalam penanganan gangguan jaringan distribusi dan percepatan pemulihan gardu," tutur Mustaqir di Surabaya, Jumat (19/12).
"Mereka bersama tim lokal di Aceh akan melakukan perbaikan fisik jaringan yang rusak, serta memastikan aliran listrik ke fasilitas publik hingga masyarakat dapat kembali normal dalam waktu sesingkat mungkin,” imbuhnya.
Bukan hanya fokus memulihkan gardu listrik, PLN UID Jawa Timur juga menurunkan relawan sosial untuk membantu meringankan beban masyarakat Aceh terdampak banjir bandang dan longsor.
Para relawan membawa bantuan logistik, seperti MCK umum, matras, selimut, bahan pangan, obat-obatan, dapur umum, dan kebutuhan dasar lainnya, yang disalurkan langsung melalui koordinasi dengan pemerintah daerah setempat.
“Untuk batch 1 ini penerima manfaatnya 7 ribu masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat mempercepat proses normalisasi di Aceh, baik dari sisi ketersediaan energi maupun pemulihan kondisi sosial masyarakat,” tukas Mustaqir.